BPKH Sebut Jambi dan Riau Terdampak Asap Karhutla dari Sumsel

- BPKH Wilayah Sumatera mendeteksi 11 lokasi kebakaran di Sumatra Selatan yang memicu kabut asap di Palembang serta bergerak ke Jambi, Riau, dan negara tetangga.
- Kebakaran tersebar di Banyuasin, Musi Banyuasin, OKI, Muara Enim, dan Musi Rawas Utara; titik di TNBS Banyuasin telah merambat melintasi wilayah Jambi.
- Pemadaman terkendala akses menuju TNBS dan lahan gambut dalam di OKI yang terbakar lebih dari sebulan, sementara Gubernur Herman Deru meminta klaim asal asap didukung data jelas.
Palembang, IDN Times - Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (BPKH) Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera mencatat, berdasarkan pantauan citra satelit, terdapat 11 lokasi di Sumatra Selatan yang masih terbakar dan kondisi tersebut menyebabkan provinsi tetangga seperti Jambi dan Riau terkena imbas kiriman kabut asap.
"Ini sumber asap yang gedenya (besar). Kondisi Sumsel saat ini menjadi sumber asap yang menyebabkan gangguan asap baik di Sumsel, ke arah Jambi dan Riau. Bahkan dari citra (satelit) terlihat menyumbang juga gangguan asap ke negara tetangga," ujar Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, Kamis (17/9/2026).
1. Pantauan satelit tunjukkan sejumlah wilayah penyebab kabut asap Sumsel

Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal) Berdasarkan pantauan satelit, sebaran kebakaran yang terjadi di Sumsel berada di lima kabupaten, yakni Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, dan Musi Rawas Utara (Muratara).
Di Banyuasin, kebakaran terjadi di Tanah Pilih yang masuk kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) serta Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau. Sementara di Muba, kebakaran terpantau di Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir
Kemudian di sekitar Kabupaten OKI, titik kebakaran berada di Kecamatan Muara Padang, Desa Penanggoan Duren; Kecamatan Tulung Selapan, Desa Sungai Bungin; Kecamatan Pangkalan Lampam, Desa Karangsia; Kecamatan Sungai Menang; serta Desa Lubuk Dalam, Kayu Agung.
Selanjutnya, sumber asap akibat kebakaran hutan dan lahan juga berlangsung di Muara Enim. Kebakaran terjadi di Desa Arisan, Musi Timur, dan Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang. Sedangkan di Muratara, kebakaran berlangsung di Desa Karang Dapo.
"Sejumlah lokasi itu menjadi sumber asap yang menyelimuti Palembang. Bahkan, sebaran asap mulai bergerak ke provinsi tetangga, termasuk Jambi dan Riau," jelas Ferdian.
2. Asap berputar di kawasan Ogan Komering Ilir

ilustrasi karhutla (unsplash.com/Karsten Winegeart) Lebih lanjut ia menyampaikan, kebakaran di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), tepatnya Tanah Pilih, Banyuasin, bahkan telah merambat ke wilayah Jambi. Hingga sekarang, Manggala Agni masih berupaya membuka akses menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Kebakaran TNBS sudah masuk ke arah Jambi, sudah melintasi provinsi dan (api) dihadang di sana. Sekarang baru buka akses (masuk), belum bisa pemadaman,” kata dia.
Selain TNBS, kebakaran di wilayah OKI juga masih berlangsung selama lebih dari sebulan. Kondisi lahan gambut yang dalam menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
“Kami sudah rolling tiga sampai empat kali per 10 sampai 15 hari. Di Menang Raya OKI asapnya berputar-putar," katanya.
3. Herman Deru sempat bahas pembuktian Sumsel penyebab kabut asap ke daerah lain

Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal) Sementara sebelumnya, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru mengaku kesulitan saat menanggapi soal asap karhutla. Apalagi ketika dirinya diminta komentar terkait penyebab kabut asap di provinsi tetangga akibat adanya karhutla di Sumsel.
Deru menyebutkan bahwa dirinya mengetahui bahwa Sumsel menjadi penyebab kabut asap di provinsi tetangga berdasarkan informasi yang disampaikan para rekan. Tetapi kata dia, tudingan soal Sumsel menyebabkan asap ke daerah lain tidak dapat dibuktikan.
"Kawan-kawan saya yang ngomong. Bagaimana menuduhnya asap dari Sumsel?" katanya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa pernyataan yang menyebut Sumsel sebagai penyebab kabut asap harus bisa dibuktikan dengan jelas. Ia mengatakan, pernyataan tersebut harus disertakan dengan informasi dan identitas sekaligus disandingkan dengan data sebaran asap.



















