Tak Ada Hujan di Palembang Seminggu ke Depan, Ini Penyebabnya

- BMKG memprediksi Palembang berpotensi mengalami hujan sangat rendah selama sepekan karena dinamika atmosfer belum mendukung pembentukan awan hujan.
- Minimnya hujan berisiko mempertahankan udara kering dan memperburuk kualitas udara Palembang; PM2.5 sempat mencapai 161,72 µgram/m³ dalam kategori sangat tidak sehat.
- Hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi secara lokal sekitar 18 September di lima wilayah Sumsel, sementara warga Palembang diimbau memakai masker saat beraktivitas luar ruangan.
Palembang, IDN Times - Warga Kota Palembang masih harus bersabar menanti hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi ibu kota Sumsel itu memiliki potensi hujan yang sangat rendah hingga sepekan ke depan.
Kepala Unit Data dan Informasi BMKG SMB II Palembang, V Sinta Andayani, mengatakan minimnya hujan dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang belum mendukung pertumbuhan awan hujan.
“Untuk seminggu ke depan, potensi hujan di Kota Palembang sangat rendah karena dinamika atmosfer belum mendukung pembentukan awan hujan," ungkap Sinta, Rabu (16/8/2026).
1. Atmosfer belum mendukung hujan

ilustrasi kekeringan (unsplash.com/Bogomil Mihaylov) Sinta menjelaskan, kondisi atmosfer di wilayah Palembang saat ini belum cukup mendukung pembentukan awan hujan. Akibatnya, peluang turunnya hujan dalam beberapa hari ke depan menjadi sangat kecil.
Kondisi ini membuat udara di Palembang berpotensi tetap kering, terutama ketika tidak ada hujan yang membantu membersihkan partikulat di atmosfer.
Selain itu, kondisi ini mengancam kualitas udara Palembang yang dalam beberapa hari terakhir juga memburuk. Partikel debu halus atau PM2.5 bahkan sempat mencapai 161,72 mikrogram/meter kubik dan masuk kategori sangat tidak sehat.
“Kondisi udara pada pekan lalu berada pada kategori tidak sehat,” jelasnya.
2.Wilayah lain di Sumsel masih berpeluang hujan

Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal) Meski Palembang diprediksi minim hujan, peluang hujan masih terbuka di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi sekitar 18 September di PALI, Musi Banyuasin, Musi Rawas, OKU Timur, dan OKU Selatan.
Namun, hujan yang berpotensi turun di lima wilayah tersebut diperkirakan bersifat lokal, sehingga tidak semua wilayah dalam satu kabupaten akan mendapat hujan dengan intensitas yang sama.
3. Warga Palembang diminta tetap pakai masker

Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal) Minimnya potensi hujan perlu menjadi perhatian karena kualitas udara Palembang sedang memburuk. BMKG mencatat PM2.5 sempat mencapai 161,72 mikrogram/meter kubik hingga kondisi udara berada pada kategori sangat tidak sehat.
Karena itu, warga Palembang yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk tetap menggunakan masker. Kondisi udara juga perlu diperhatikan, terutama saat kualitas udara kembali memburuk pada waktu tertentu.



















