4 Maskapai Sempat Tak Bisa Landing di Palembang Imbas Kabut Asap Pekat

- Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan membatasi jarak pandang di Bandara SMB II Palembang, sehingga empat pesawat sempat berputar di udara.
- Penerbangan Scoot, Pelita Air, Super Air Jet, dan Lion Air yang dijadwalkan tiba pagi hari mengalami penundaan pendaratan sekitar 10-20 menit.
- Jarak pandang hingga pukul 07.00 WIB hanya 700 meter; demi keselamatan, pesawat baru mendarat aman sekitar pukul 08.00 WIB setelah kondisi membaik.
Palembang, IDN Times - Empat maskapai sempat tak bisa mendarat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang karena jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Empat pesawat mengalami delay mendarat sekitar 10-20 menit dan berputar di udara karena tak bisa mendarat akibat jarak pandang terbatas," ujar Airport Operation Center Head (AOCH) Bandara SMB II Palembang, Parolan Simanjuntak, Kamis (17/9/2026).
1. Maskapai dari Singapura sempat gagal mendarat di SMB II

Kabut asap menyelimuti Palembang, Minggu 23 Agustus 2026. Jembatan Ampera tampak samar dari kejauhan. (IDN Times/Rangga Erfizal) Keempat maskapai yang sempat melakukan holding di udara karena tak bisa mendarat tersebut meliputi pesawat Air Scoot rute Singapura-Palembang dengan nomor penerbangan TR 254 SIN PLM, lalu Pelita Air rute Jakarta-Palembang dengan nomor penerbangan IP 310 CGK PLM dan maskapai Super Air Jet rute Yogyakarta-Palembang dengan nomor penerbangan IU 933 YIA PLM STA.
"Ada lagi maskapai Lion Air rute Jeddah-Palembang," kata dia.
2. Jarak pandang hanya 700 meter akibat tertutup asap

Ilustrasi kabut asap (IDN Times/ Fanny Rizano) Sejumlah maskapai yang sempat tak bisa mendarat itu merupakan penerbangan yang dijadwalkan tiba di Bandara SMB II Palembang pada pagi hari mulai pukul 06.00 WIB.
"Sampai jam 07.00, jarak pandang hanya 700 meter sehingga berdampak pada empat penerbangan yang mengalami delay mendarat sekitar 10 sampai 20 menit," jelasnya.
3. Pesawat mendarat saat jarak pandang kembali normal

Ilustrasi kabut asap. (IDN Times/Teri). Lebih lanjut, dia menyampaikan, kondisi holding pesawat sebelum mendarat dilakukan karena pilot tak mau mengambil risiko. Sebab jarak pandang sangat mengganggu dan terbatas. Demi keselamatan para penumpang, pendaratan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB.
"Empat pesawat baru bisa mendarat dengan aman setelah jarak pandang normal. Ada pergeseran waktu (mendarat) sekitar pukul 08.00 WIB sehingga empat pesawat ini bisa mendarat dengan aman," katanya.



















