2 Korban Keracunan MBG di Pariaman Dirujuk ke RSUP M Djamil Padang

- Dua dari 128 korban keracunan Makanan Bergizi Gratis di Kota Pariaman dirujuk ke RSUP M Djamil Padang pada Rabu, 15 September 2026.
- Keduanya membutuhkan perawatan intensif di PICU karena nadi belum stabil dan tekanan darah masih rendah, sementara RSUD M Yamin tidak memiliki fasilitas tersebut.
- Dua korban lain masih dirawat di RSUD M Yamin, satu korban telah pulih dan pulang, sedangkan hasil laboratorium masih ditunggu dari BGN.
Padang, IDN Times - Sebanyak 2 dari 128 korban keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pariaman dilarikan ke rumah sakit rujukan terakhir yang ada di Kota Padang.
"Memang tadi ada 2 orang yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Padang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenaldi, Rabu (15/9/2026).
1. Harus dirawat di PICU

Kadis Kesehatan Pariaman, Rudi memeriksa salah satu korban keracunan MBG (Foto: Dok Rudy) Ia mengatakan, dua korban yang dilarikan ke RSUP M. Djamil Padang tersebut lantaran keadaannya yang tidak bisa ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.
"Dokter menyarankan agar keduanya dirawat secara intensif di ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU)," katanya.
Menurutnya, RSUD M. Yamin tidak memiliki ruangan PICU yang dibutuhkan untuk memberikan perawatan intensif tersebut sehingga harus dirujuk.
2. Nadi dan tensi korban tak kunjung membaik

RSUP M Djamil Padang (Foto: RSUP M Djamil) Perawatan intensif yang harus diberikan kepada para korban, menurut Rudy, karena keadaan keduanya tidak kunjung membaik hingga saat ini.
"Kalau keadaannya mereka sadar dan bisa berkomunikasi. Hanya saja, nadinya masih belum stabil dan tensinya juga masih rendah," katanya.
Hal tersebut, menurut Rudy, membuat pihak dokter yang menangani kedua korban keracunan MBG harus merujuk mereka ke rumah sakit tersebut.
3. Satu korban sudah pulang

Kadis Kesehatan Pariaman, Rudi memeriksa salah satu korban keracunan MBG (Foto: Dok Rudy) Rudy mengatakan selain dua korban yang dirujuk tersebut, masih ada dua korban lainnya yang sedang menjalani perawatan di RSUD M. Yamin.
"Kemarin ada satu orang yang sudah pulang dan keadaannya sudah pulih dan sudah normal kembali," lanjutnya.
Sementara untuk hasil laboratorium, menurut Rudy, saat ini pihaknya masih menunggu dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan memberitahu.




















