Sekolah di Muba Terapkan PJJ, Operasional MBG Dihentikan Sementara

- Sekolah PAUD hingga SMP di Musi Banyuasin menerapkan PJJ sejak 16 September 2026 akibat kabut asap karhutla dan kualitas udara yang memburuk.
- Distribusi program Makan Bergizi Gratis untuk siswa di sekolah yang menjalankan PJJ dihentikan sementara, sedangkan penyaluran akan mengikuti keputusan pemerintah daerah dan kondisi sekolah.
- DLH Muba mencatat ISPU mencapai 191, di atas ambang udara tidak sehat, lalu merekomendasikan PJJ serta mengimbau masyarakat memakai masker saat berada di luar ruangan.
Musi Banyuasin, IDN Times - Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut memengaruhi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat ini, distribusi MBG kepada siswa di sekolah yang menerapkan PJJ untuk sementara dihentikan karena peserta didik tidak menjalani pembelajaran secara tatap muka.
Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Wilayah SPPG (Satuan Pendidikan Penyedia Gizi) Muba, Oking Chandra. Menurutnya, kebijakan tersebut berlaku bagi sekolah yang menerapkan PJJ sebagai upaya melindungi siswa dari paparan kualitas udara buruk akibat asap.
1. Penyaluran MBG aka kembali dilakukan sesuai keputusan pemkab

Siswa TK Negeri 2 Sekayu saat menikmati menu MBG. (IDN Times/Yuliani) Oking Candra menjelaskan, sesuai instruksi Bupati Muba yang mengambil langkah antisipatif untuk mengalihkan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi PJJ, saat ini penyaluran MBG dihentikan.
"Untuk jenjang PAUD, TK, SD dan SMP kita setop dulu. Sementara SMA sederajat mereka menyesuaikan KBM atau PJJ," ujarnya, Kamis (17/9/2026).
Sementara distribusi untuk Posyandu, pihaknya mengikuti SPPG terkait. Jika ada KBM, maka tetap didistribusikan. Namun, sejauh ini pihaknya memastikan seluruh sekolah di wilayah Muba masih menerapkan PJJ hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Penyaluran MBG akan kembali dilakukan dengan mengikuti keputusan pemerintah daerah serta kondisi sekolah di masing-masing wilayah," ungkap Oking.
2. Sekolah di Muba terapkan PJJ karena kualitas udara kian buruk

Para siswa di SDN 8 Sekayu mengenakan masker saat pergi sekolah. (IDN Times/Yuliani) Sebelumnya, Pemkab Muba memutuskan mengalihkan proses PTM menjadi PJJ. Keputusan ini diambil setelah melihat kondisi pencemaran udara akibat dampak buruk bencana kabut asap karhutla yang membahayakan kesehatan, khususnya bagi peserta didik.
Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/391/Dikbud/2026 yang berlaku mulai 16 September 2026 sampai dengan batasan waktu yang akan disesuaikan kembali berdasarkan evaluasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).
Pengalihan kegiatan pembelajaran ini berlaku bagi satuan pendidikan jenjang PAUD, TK, SD dan SMP se-Kabupaten Muba.
3. DLH Muba rekomendasikan Dikbud untuk gelar PJJ

Plt Kepala DLH Muba, Thabrani Rizki. (IDN Times/Yuliani) Plt Kepala DLH Muba, Thabrani Rizki, menambahkan bahwa saat ini nilai ISPU Kabupaten Muba yang diukur menggunakan alat AQMS berada di angka 191 dan terus berubah setiap waktu. Maka itu pihaknya memberikan rekomendasi kepada Dikbud Muba untuk menggelar PJJ.
"Ketentuannya, apabila sudah di atas 100, maka kondisi udara sudah tidak sehat. Hasil ini kami berikan kepada Dikbud untuk menjadi dasar digelarnya pembelajaran secara daring. Karena saat ini masyarakat diimbau selalu menggunakan masker saat keluar ruangan," ucapnya.



















