Hotspot Sumsel Muncul 2.545 Dalam Sehari, Tertinggi Sejak 2015

- BPBD Sumsel mencatat 2.545 hotspot pada 16 September 2026, tertinggi sepanjang tahun; akumulasi bulanan mencapai 46.390 titik, rekor tertinggi sejak 2015.
- Hotspot tersebar di 17 kabupaten/kota, dengan OKI tertinggi 548 titik. Kualitas udara Palembang dan PALI masuk kategori sangat tidak sehat, masing-masing ISPU 234 dan 227 PM2,5.
- Hingga 15 September, tercatat 3.307 kejadian karhutla dengan indikasi 1.926,2 hektare terbakar. Pemadaman difokuskan di lima wilayah memakai patroli, operasi darat, dan empat helikopter water bombing.
Palembang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel melaporkan jumlah hotspot atau titik panas sudah tembus di angka 2.545 titik berdasarkan data Sipongi pada Rabu (16/9/2026) pukul 05.00 WIB.
Hingga 16 September, angka tersebut melampaui catatan tertinggi pada Agustus sekaligus sepanjang 2026. Bahkan, jumlah bulanan menjadi yang tertinggi sejak 2015 dengan mencatat angka 46.390 titik.
1. Wilayah OKI terpantau paling tinggi yakni 548 titik

Tim Manggala Agni saat melakukan pemadaman di tengah lahan terbakar di SM Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan. (Dok. Manggala Agni) Ribuan hotspot tersebut tersebar di 17 kabupaten/kota di Sumsel, dengan wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) terpantau paling tinggi, yakni 548 titik. Rinciannya, 216 titik berada di lahan mineral dan 332 titik di lahan gambut.
Kemudian, Banyuasin 431 titik, terdiri dari 97 titik mineral dan 334 titik gambut, Musi Banyuasin (Muba) 304 titik (mineral 231 titik dan gambut 73 titik), dan Musi Rawas (Mura) 289 titik (mineral 285 titik dan gambut 4 titik).
Lalu di Musi Rawas Utara (Muratara) 263 titik (mineral 166 titik dan gambut 97 titik), Muara Enim 258 titik (mineral 125 titik dan gambut 133 titik), dan Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) 150 titik.
2. ISPU Palembang dan PALI berada di level Sangat Tidak Sehat

Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal) Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan jumlah 2.545 titik panas itu menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini. Terdiri dari lahan mineral sebanyak 1.561 titik dan gambut 984 titik
"Data hotspot tersebut menjadi perhatian dalam upaya penanganan potensi karhutla di Sumsel. Keberadaan hotspot di sejumlah wilayah, terutama daerah yang memiliki kawasan gambut, menjadi salah satu indikator yang perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan potensi terjadinya karhutla," ujarnya, Rabu (16/9/2026).
Sementara berdasarkan data DLHP Sumsel pada Kamis (17/9/2026), kondisi kualitas udara beberapa wilayah Sumsel terpantau berada pada kategori sedang, tidak sehat, bahkan sangat tidak sehat. Kota Palembang lagi-lagi berada di zona merah Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dengan angka 234 PM2,5. Disusul Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan ISPU 227 PM2,5.
Selanjutnya, untuk wilayah di zona kuning atau kategori tidak sehat, yakni Ogan Ilir dengan ISPU 167, Prabumulih dengan ISPU 149, Muba dengan ISPU 161, Musi Rawas dengan ISPU 176, dan Lahat dengan ISPU 119.
3. Terdapat 3.307 Kejadian karhutla sampai 15 September

Tim BPBD Muba saat melakukan pemadaman lahan yang terbakar. (Dok. BPBD Muba) Sudirman menambahkan, saat ini seluruh wilayah Sumsel terdeteksi kabut asap, dengan jarak pandang di Bandara SMB II Palembang sejauh 5 KM. Hal ini dipicu oleh meningkatnya karhutla terutama di lima wilayah yang saat ini sedang fokus pada penanganan pemadaman.
"Kelima wilayah yang saat ini masih dalam proses pemadaman firespot yakni OKI, Muara Enim, Muba, Banyuasin dan Ogan Ilir. Hasil patroli penanganan pada 15 September ditemukan ada 78 kejadian karhutla dalam sehari," tegasnya.
Sementara kejadian karhutla sampai 15 September terdapat 3.307 kasus dengan indikasi luas terbakar 1.926,2 hektare. Pihaknya sampai menurunkan 4 helikopter water bombing yang disiagakan untuk penanganan dari udara.
"Penanganan dilakukan melalui patroli darat dan udara, operasi pemadaman darat, water bombing, operasi modifikasi cuaca, monitoring hotspot serta sosialisasi pencegahan karhutla," ucap Sudirman.


















