Respons Gubernur Sumsel saat Asap Akibat Karhutla: Susah Menanggapinya

- Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku sulit menanggapi tudingan bahwa kabut asap di provinsi tetangga berasal dari karhutla di Sumsel karena klaim tersebut dinilai belum terbukti.
- Deru meminta tudingan asal asap disertai data dan identitas yang jelas, sambil menyebut hotspot juga terpantau di Jambi dan Riau.
- Penanganan karhutla di Sumsel terus dimaksimalkan lewat Satgas Udara dan Darat, dengan dukungan masyarakat, pemerintah daerah, TNI, dan Polri hingga musim hujan diproyeksikan awal November.
Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru mengaku kesulitan saat menanggapi soal asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Apalagi ketika dirinya diminta komentar terkait penyebab kabut asap di provinsi tetangga akibat adanya karhutla di Sumsel.
"Saya pikir, susah saya menanggapinya," ujarnya, dikutip Kamis (17/9/2026).
1. Minta pembuktian jika Sumsel penyebab kabut asap

Kabut asap di kawasan Keramasan, akses menuju Tol Palembang-Indralaya. (IDN Times/Rangga Erfizal) Deru menyebutkan bahwa dirinya mengetahui bahwa Sumsel menjadi penyebab kabut asap di provinsi tetangga berdasarkan informasi yang disampaikan para rekan. Tetapi kata dia, tudingan soal Sumsel menyebabkan asap ke daerah lain tidak dapat dibuktikan.
"Kawan-kawan saya yang ngomong. Bagaimana menuduhnya asap dari Sumsel?" ujar dia.
2. Minta pernyataan asal asap dari Sumsel dibuktikan dengan data informasi

Suasana kabut asap di Pontianak masuk kategori berbahaya. (IDN Times/Teri). Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa pernyataan yang menyebut Sumsel sebagai penyebab kabut asap harus bisa dibuktikan dengan jelas. Ia mengatakan pernyataan tersebut harus disertakan dengan informasi dan identitas sekaligus disandingkan dengan data sebaran asap.
"Ada BG-nya (pelat nomor) apa?, BG sekian asapnya?” kata dia.
3. Angin memicu karhutla meluas

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Suaka Margasatwa (SM) Ko'mara di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026) sore. (Dok. Istimewa) Dirinya menekankan, langkah penanganan karhutla Sumsek sudah dilakukan dan akan terus dimaksimalkan melalui operasi Satgas Udara maupun Satgas Darat. Tetapi kata dia, keberhasilan penanggulangan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat untuk mencegah kemunculan titik api mulai dari skala kecil.
“Kita juga minta partisipasi aktif masyarakat, paling tidak untuk mencegah, hal-hal kecil yang kadang tidak disangka. Sebab, terjadi satu dibawa angin kemudian timbul lagi karhutla,” jelas dia.
4. Sebut asal asap juga terpantau di Jambi dan Riau

Ilustrasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) (Dok. IDN Times) Menurutnya, sinergi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri, menjadi kunci utama dalam meminimalisasi dampak karhutla sambil menunggu masuknya musim penghujan yang diproyeksikan baru terjadi pada awal November.
"Belum tentu (asap di daerah tetangga) dari Sumsel, karena hotspot terpantau di Jambi dan Riau juga," kata dia.


















