Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Disdik Palembang Akui Penerapan PJJ tak Ideal saat Kabut Asap

Kota Palembang
Disdik Palembang Akui Penerapan PJJ tak Ideal saat Kabut Asap
Kepala Dinas Pendidikan Palembang Affan Prapanca (Dok. Kominfo Palembang)
  • Pemkot Palembang menerapkan PJJ sejak 9 September 2026 akibat kabut asap dan kualitas udara tidak sehat dari karhutla, tetapi Disdik mengakui metode ini tidak ideal.
  • Kelanjutan PJJ dievaluasi berdasarkan pemantauan kasus ISPA pada siswa bersama Dinas Kesehatan, yang menunjukkan kenaikan di beberapa wilayah dan penurunan di wilayah lain.
  • Sekolah di kawasan dengan kualitas udara membaik dan aman dapat diizinkan menggelar tatap muka terbatas, sementara PJJ tetap diprioritaskan demi kesehatan anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau PJJ sejak 9 September 2026 akibat kabut asap dan kualitas udara tak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Namun, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Affan Prapanca, kebijakan itu diakuinya tak efektif dan tidak ideal dalam optimalisasi sistem belajar. Sehingga, pemkot saat ini terus melakukan evaluasi untuk mendapatkan solusi terbaik untuk menghadapi kondisi sekarang.

"Memang pembelajaran secara daring dan tatap muka berbeda, karena daring ada keterbatasan seperti sarana prasarana dan lainnya," ujarnya, Senin (14/9/2026).

  1. 1. Data ISPA di Palembang menunjukkan angka variatif

    Ilustrasi Anak penyakit ISPA.
    Ilustrasi Anak penyakit ISPA. (IDN Times/Anjani Asra)

    Dia mengatakan, dari hasil evaluasi terhadap pelaksanaan PJJ selama sepekan terakhir. Terdapat sejumlah pertimbangan dalam menentukan apakah PJJ bakal diteruskan atau sudah waktunya dihentikan.

    Penentuan PJJ lanjut atau tidak, kata Affan, dilihat dari hasil pemantauan kasus ISPA di Palembang, terutama yang terjadi pada siswa maupun anak usia sekolah. Dari hasil pemantauan bersama dinas kesehatan, ditemukan adanya wilayah yang mengalami peningkatan kasus ISPA pada siswa. Namun, jelasnya, terdapat juga wilayah yang menunjukkan penurunan.

    "Dari pantauan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, terdapat lonjakan siswa sekolah yang terpapar ISPA, tapi ada juga yang menurun. Datanya, angka ISPA variatif," kata dia.

  2. 2. Disdik ingin prioritaskan kondisi kesehatan siswa

    (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
    Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Affan Prapanca (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

    Dia mengakui pembelajaran daring tidak sepenuhnya ideal karena masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana. Salah satu persoalan yang ditemukan adalah siswa yang tidak memiliki perangkat untuk mengikuti pembelajaran secara daring.

    "Tapi sejak awal kita lebih memprioritaskan kesehatan anak, maka dalam satu minggu terakhir dilakukan PJJ," jelas Affan.

  3. 3. Data kualitas udara jadi pertimbangan evaluasi PJJ

    Ilustrasi pembelajaran jarak jauh bagi siswa sekolah di Bandung yang diterapkan menyusul aksi unjuk rasa.
    Sejumlah sekolah di Bandung mulai menerapkan pembelajaran jarak jauh imbas aksi unjuk rasa. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Dirinya memastikan, evaluasi tidak hanya melihat kondisi Kota Palembang secara keseluruhan, tetapi juga kondisi lingkungan di sekitar satuan pendidikan.

    "Kita masih membuka ruang bahwa ada satuan pendidikan yang kawasan sekolahnya tidak terkontaminasi parah. Kita akan evaluasi lagi," kata dia.

    Apabila kondisi memungkinkan, jelas Affan, sekolah yang memenuhi persyaratan dapat diberikan otorisasi untuk menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas.

    Menurut Affan, data kualitas udara di masing-masing wilayah akan menjadi salah satu pertimbangan penting. Sehingga, sekolah yang berada di kawasan dengan kualitas udara yang membaik dan masuk kategori sehat tidak harus menerapkan PJJ apabila situasi sudah aman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More