Prakiraan Cuaca Sumsel 15 September, Suhu Capai 35 Derajat

BMKG memprakirakan Sumatra Selatan tanpa hujan pada 15 September, dengan suhu dataran rendah 24-35 derajat Celsius dan dataran tinggi 18-34 derajat Celsius.
Cuaca cerah hingga cerah berawan diprediksi sepanjang hari, sementara masyarakat diminta waspada karhutla yang mudah terjadi dan berisiko memicu asap serta menurunkan kualitas udara.
Saat kualitas udara memburuk, warga disarankan membatasi aktivitas luar ruang, memakai masker, minum cukup air, memantau informasi BMKG, dan mencari bantuan medis bila keluhan pernapasan berlanjut.
Palembang, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas II Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang memprakirakan suhu udara di Sumatra Selatan (Sumsel) mencapai 35 derajat celsius.
Tidak ada potensi turun hujan hari ini dalam prakiraan BMKG. Di tengah kondisi cuaca yang cenderung cerah, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sangat mudah terjadi di Sumsel.
Berikut prakiraan cuaca Sumsel yang dirangkum IDN Times dari data BMKG:
1. Suhu udara di wilayah dataran rendah dan tinggi

ilustrasi tanah kering dan retak dengan batang padi yang menggambarkan kekeringan (pexels.com/Kevin Yung) Wilayah dataran rendah seperti Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir dan OKI diprakirakan memiliki suhu 24-35 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 45-95 persen. Sementara dataran tinggi meliputi Pagaralam, Empat Lawang, Lubuklinggau, Lahat dan OKU Selatan memiliki suhu 18-34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 48-98 persen.
Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5-30 kilometer per jam.
2. Waspada potensi karhutla

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI) Pada pagi hingga siang dan sore hari, cuaca Sumsel diprakirakan cerah berawan. Kondisi serupa diperkirakan berlangsung pada malam hari. Sementara saat dini hari, cuaca diprakirakan cerah hingga cerah berawan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan yang sangat mudah terjadi di wilayah Sumatra Selatan.
Karhutla yang terjadi berpotensi memicu asap dan menurunkan kualitas udara. Masyarakat diimbau berhati-hati saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di lahan terbuka.
3. Masayarakat perlu menjaga kesehatan saat kualitas udara memburuk

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Ancamaan kekeringan dan perubahan kualitas udara berpotensi terjadi di tengah musim kemarau di Sumsel. Paparan udara dengan konsentrasi polutan tinggi dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan.
Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar, serta memperbanyak konsumsi air putih. Kondisi kualitas udara juga sebaiknya dipantau secara berkala sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Jika muncul keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan pernapasan lainnya, masyarakat disarankan segera mengurangi paparan asap dan mencari pertolongan medis bila keluhan berlanjut.
4. Update cuaca dapat dilihat di medsos dan website BMKG

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI) BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas, terutama bagi warga yang berada di wilayah berpotensi hujan ringan serta daerah yang mengalami penurunan jarak pandang akibat udara kabur.
Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui website bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial resmi @infocuacasumsel.
















