Modifikasi Cuaca Terkendala Awan, Pasukan Darat Diperkuat Tangani Karhutla

BNPB memperkuat Satgas Darat di Sumsel karena minimnya awan hujan menghambat OMC; pertumbuhan awan diperkirakan muncul pada 19-21 September 2026.
Regu pemadam beranggotakan 15 orang akan dibentuk di daerah yang membutuhkan, dengan BNPB menyiapkan peralatan melalui koordinasi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Brimob.
Sebanyak 58 helikopter dikerahkan, tetapi operasi udara terbatas menjangkau titik api; Satgas Darat Sumsel memadamkan hampir 280 hektare dalam sehari sambil pemerintah membagikan masker bagi warga terdampak asap.
Palembang, IDN Times - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mendorong penguatan satgas darat dalam menghadapi kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumsel. Minimnya awan hujan dinilai menyebabkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sehingga penanganan karhutla bertumpu pada tim di lapangan.
"Berdasarkan data BMKG, pertumbuhan awan hujan baru akan muncul pada 19-21 September. Kita akan melaksanakan OMC baik siang maupun malam," ungkap Suharyanto, Rabu (16/9/2026).
1. Tambah kekuatan Satgas Darat

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (IDN Times/Rangga Erfizal) Menurut Suharyanto, kondisi tersebut membuat kekuatan personel di darat perlu terus ditambah. BNPB bersama unsur terkait menyiapkan regu-regu pemadam sekaligus memenuhi kebutuhan peralatan untuk mendukung operasi.
Pola regu yang dibentuk mengacu pada arahan Menteri Kehutanan, dengan setiap regu beranggotakan 15 orang. Pembentukan dilakukan di daerah yang membutuhkan tambahan kekuatan dalam penanganan karhutla.
“Setelah ini, kabupaten/kota, para Dandim, para Kapolres, di bawah arahan Pak Danrem, Pak Kapolda juga mengarahkan Brimob tadi di Muara Enim. Ini segera dibentuk regu-regu itu dan kebutuhan peralatannya kami akan penuhi,” katanya.
2. Water bombing juga punya keterbatasan

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Selain OMC yang terkendala pertumbuhan awan, pemadaman melalui udara menggunakan helikopter water bombing juga memiliki keterbatasan dalam menjangkau lokasi kebakaran.
BNPB mencatat sebanyak 58 helikopter telah dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai wilayah Indonesia. Namun, kondisi tersebut membuat operasi darat tetap menjadi bagian penting dalam upaya pemadaman.
Suharyanto menyebut efektivitas Satgas Darat Sumsel telah menunjukkan hasil. Dalam satu hari, tim di lapangan mampu memadamkan hampir 280 hektare lahan terbakar.
Capaian tersebut diapresiasi oleh BNPB. Suharyanto meminta Satgas Darat Sumsel tidak mengendurkan upaya pemadaman hingga hujan alami turun.
“Mudah-mudahan ini bisa ditiru oleh provinsi lain. Dan Provinsi Sumsel setelah mendapat 280 hektare jangan kendor, terus maju sampai dengan nanti hujan alami turun di awal November 2026,” ujarnya.
3. Penanganan karhutla dengan kombinas satgas darat dan udara

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI) Selain pemadaman, pemerintah juga mengantisipasi dampak asap karhutla terhadap masyarakat. Kementerian Kesehatan disebut terus memberikan pendampingan kepada warga terdampak, termasuk melalui bantuan masker.
Dengan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya mendukung, penanganan karhutla dilakukan melalui kombinasi operasi darat dan udara. Penguatan personel dan peralatan di lapangan menjadi salah satu langkah BNPB untuk menjaga pemadaman tetap berjalan.


















