Gubernur Sumsel ke Menkeu Suahasil: Tolong Yo Pikirke Daerah

- Gubernur Sumsel Herman Deru meminta Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara mempertimbangkan kondisi daerah karena efisiensi anggaran dinilai mengganggu fiskal Sumsel.
- Penurunan pendapatan berpotensi menghambat pelaksanaan program RPJMD Sumsel, sehingga pemerintah daerah harus menata ulang prioritas pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
- Pemprov Sumsel telah mengarahkan OPD memangkas anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen serta menyesuaikan belanja ATK, operasional, seremonial, dan FGD sesuai Inpres Nomor 1 Tahun 2025.
Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru menyampaikan pesan singkat kepada Menteri Keuangan yang baru Suahasil Nazara. Menurutnya dampak efisiensi begitu terasa mengganggu fiskal daerah.
"Pak Menkeu, tolong yo pikirke daerah," ungkap Herman Deru, Rabu (16/9/2026).
1. Kekurangan anggaran ganggu RPJMD

Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal) Herman Deru sebelumnya mengungkapkan bahwa perubahan kemampuan pendapatan daerah akan berimbas pada pelaksanaan program pembangunan yang sudah masuk dalam RPJMD Sumsel.
Menurut dia, pemerintah daerah harus menyesuaikan kembali prioritas apabila ruang fiskal semakin terbatas. Pembangunan baru bukan menjadi satu-satunya pilihan karena infrastruktur yang telah tersedia juga membutuhkan anggaran untuk pemeliharaan.
" Jika dikaitkan dengan RPJMD, kita memiliki banyak program pembangunan infrastruktur. Apabila pendapatan berkurang, tentu akan memengaruhi kemampuan kita dalam mengeksekusi rencana pembangunan yang telah disusun," jelasnya.
2. Efisiensi menyasar hingga perjalanan dinas

Sekda Sumsel, Edward Chandra (IDN Times/Rangga Erfizal) Diberitakan sebelumnya, kebijakan efisiensi membuat Pemda harus melakukan penghematan di berbagai lini, termasuk penggunaan dan pengeluaran biaya Alat Tulis Kantor (ATK) serta pemangkasan biaya perjalanan dinas akibat efisiensi anggaran.
"Kami sudah menginstruksikan agar anggaran administratif, operasional kantor, dan ATK dilakukan penyesuaian," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra.
3. Pemangkasan anggaran sudah disampaikan ke OPD

Sekda Sumsel, Edward Chandra (IDN Times/Rangga Erfizal) Selain penyesuaian anggaran untuk hal administratif, efisiensi anggaran diutamakan untuk memangkas kegiatan perjalanan dinas hingga efisiensi anggaran sebesar 50 persen, sesuai dengan arahan pemerintah pusat.
"Kebijakan ini sudah disampaikan ke seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemprov Sumsel," kata dia.
Edward menyampaikan bahwa pemangkasan anggaran perjalanan dinas yang dilakukan sudah sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur penghematan di berbagai sektor.
"Termasuk anggaran untuk kegiatan seremonial, focus group discussion (FGD), serta berbagai kegiatan administratif juga mengalami efisiensi," jelasnya.




















