Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Jurnalis Hilang di GAK, Pimpinan Media Diingatkan soal Keselamatan

Kota Palembang
5 Jurnalis Hilang di GAK, Pimpinan Media Diingatkan soal Keselamatan
Doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di kawasan Krakatau (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Lima jurnalis dan tiga ABK hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, sementara pencarian masih berlangsung.
  • Jurnalis senior Oktaf Riyadi menegaskan pimpinan media wajib menilai risiko penugasan sejak awal; keselamatan harus mengungguli target berita eksklusif.
  • AJI Palembang mengimbau wartawan memberi tahu rekan tentang lokasi saat bertugas di area berbahaya agar keberadaan terakhir mudah dilacak dalam keadaan darurat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Hilangnya lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) menjadi pengingat bagi insan pers mengenai pentingnya keselamatan dalam menjalankan pekerjaan jurnalistik.

Di tengah pencarian yang masih berlangsung, jurnalis di Sumatra Selatan (Sumsel) menilai keselamatan tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab wartawan ketika berada di lapangan. Pimpinan media juga perlu memastikan setiap penugasan telah mempertimbangkan risiko di lokasi.

"Berita, pengin dapat yang terbaik, dapat pujian dari kantor dan lain-lain. Atasan dan pimpinan kita pun mengharap berita yang sebaik-baiknya, tapi nomor satu tetap keselamatan," ungkap Jurnalis senior Sumsel, Oktaf Riyadi, Selasa (15/9/2026).

  1. 1. Keselamatan tetap yang utama

    Doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di kawasan Krakatau
    Doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di kawasan Krakatau (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Menurut Oktaf, pertimbangan mengenai keamanan harus dilakukan sejak sebelum wartawan berangkat menjalankan tugas. Pimpinan media perlu melihat kondisi lokasi dan risiko yang mungkin dihadapi reporter.

    "Pimpinan juga harus melihat, ini bahaya gak kalau kita kirim wartawan kita. Itu harus dipertimbangkan," katanya.

    Oktaf menilai, prinsip tersebut berlaku untuk seluruh jurnalis, baik wartawan tulis, wartawan foto maupun mereka yang menjalankan tugas investigasi. Keinginan mendapatkan berita eksklusif atau hasil liputan terbaik tidak boleh mengesampingkan keselamatan.

    "Walaupun berita kita pengin yang terbaik, tapi keselamatan tetap dijaga. Karena itu memang harus dipertimbangkan, apakah ini berbahaya atau tidak," ungkapnya.

  2. 2. Jurnalis juga diminta saling mengabari

    Doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di kawasan Krakatau
    Doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di kawasan Krakatau (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Selain tanggung jawab dari pimpinan media, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang R.M. Resha A. Usman mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan saling menjaga antarsesama jurnalis.

    Menurutnya, wartawan yang hendak menuju lokasi bencana atau wilayah yang memiliki potensi bahaya sebaiknya memberi tahu keberadaannya kepada rekan sesama jurnalis.

    "Kami di sini sebagai bentuk solidaritas, turut mendoakan agar mereka bisa kembali dalam keadaan selamat. Kami harap mereka pulang," ujar Resha.

  3. 3. Keberadaan wartawan penting saat menjalankan tugas

    Doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di kawasan Krakatau
    Doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di kawasan Krakatau (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Pesan tersebut disampaikan Resha saat Forum Jurnalis Sumsel bersama sejumlah organisasi jurnalis menggelar doa bersama untuk lima wartawan dan tiga ABK yang masih dalam pencarian.

    Menurut Resha, kebiasaan memberi informasi mengenai lokasi keberadaan wartawan dapat menjadi hal penting ketika terjadi keadaan darurat. Rekan maupun pihak lain akan lebih mudah mengetahui lokasi terakhir seorang jurnalis apabila terjadi sesuatu saat menjalankan tugas.

    "Pesan kami, saling jaga. Kalau kita berangkat ke tempat bencana, berangkat ke mana yang berpotensi berbahaya, kita harus memberitahu rekan-rekan kita," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More