Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karhutla SM Padang Sugihan, Tiga Tenggiling Ditemukan Mati Terpanggang

Kab. Ogan Komering Ilir
Karhutla SM Padang Sugihan, Tiga Tenggiling Ditemukan Mati Terpanggang
Satwa liar tenggiling yang ditemukan mati terpanggang saat karhutla di SM Padang Sugihan. (Dok. Manggala Agni)
  • Karhutla di Suaka Margasatwa Padang Sugihan sejak 26 Agustus 2026 menewaskan tiga tenggiling, terdiri dari satu anak dan dua dewasa, yang ditemukan setelah pemadaman di Posko Jalur 7.
  • Sebaran asap mengancam habitat 29 gajah di PKG Jalur 21, meski seluruh gajah termasuk bayi Rohmah masih sehat; mahout dan dokter rutin memantau kebutuhan serta kesehatan mereka.
  • Pemadaman belum tuntas karena lahan gambut bersemak menyulitkan petugas; tim gabungan dan helikopter water bombing menangani api serta pendinginan di kawasan dekat habitat gajah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ogan Komering Ilir, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan masih terjadi sejak sejak 26 Agustus 2026 hingga sekarang. Api tidak hanya menghanguskan tumbuhan, tetapi juga satwa liar di kawasan konservasi penting di Sumsel tersebut.

Setelah api dipadamkan, Jumat (4/9/2026), petugas menemukan tiga ekor tenggiling liar telah mati terpanggang di areal Posko Jalur 7. Tiga trenggiling itu terdiri dari satu anak-anak dan dua dewasa.

Selain tenggiling, karhutla di SM Padang Sugihan semakin mengancam kesehatan dan keselamatan 29 gajah jinak di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 yang berada di wilayah SM.

  1. 1. Sebaran asap turut berdampak di habitat gajah Sumatra

    Gajah Sumatra yang berada di PKG Jalur 21 Padang Sugihan.
    Gajah Sumatra yang berada di PKG Jalur 21 Padang Sugihan. (Dok. BKSDA Sumsel)

    Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Daniwari Widiyanto, mengatakan tenggiling merupakan mamalia bersisik tebal yang kian langka dan turut berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

    "Kita sangat menyayangkan ada tenggiling yang menjadi korban karhutla kemarin. Karena tenggiling merupakan salah satu satwa liar penting di SM Padang Sugihan,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

    BKSDA juga mewaspadai pergerakan api agar tidak mendekati kawasan habitat puluhan ekor gajah. Saat ini ada 29 individu gajah di PKG Jalur 21. Termasuk bayi gajah Rohmah yang terus tumbuh dan bermain bersama induknya, Gajah Ronika.

    "Di tengah kondisi kebakaran hutan yang sedang terjadi, Rohmah dan keluarga sejauh ini dalam kondisi sehat dan aman. Habitat utama tempatnya merumput juga masih tersedia, meskipun sebaran asap tetap menjadi perhatian karena dapat berdampak pada habitat dan keluarga besar gajah lainnya," jelasnya.

  2. 2. Kawasan prioritas gajah jadi perhatian agar luput dari karhutla

    Gajah Sumatra yang berada di PKG Jalur 21 Padang Sugihan.
    Gajah Sumatra yang berada di PKG Jalur 21 Padang Sugihan. (Dok. BKSDA Sumsel)

    Daniwari menambahkan, setiap hari para mahout memantau kondisi dan memastikan pakan, air minum, kesehatan, serta ruang gerak gajah tetap terpenuhi.

    "Ada juga dokter Mahmudi, yang bersama para mahout rutin melakukan perawatan preventif. Mulai dari pemantauan kesehatan dan nutrisi, pemberian suplemen serta pakan tambahan sesuai kebutuhan, sampai snack sehat berupa buah-buahan," ungkapnya.

    Selain itu, Brigdalkarhut BKSDA Sumsel bersama dengan Manggala Agni Kementerian Kehutanan dan pihak lainnya juga terus sigap mengamankan kawasan prioritas, termasuk tempat gajah bermain dan mencari pakan.

    "Mohon doanya, semoga seluruh petugas selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas. Semoga kondisi ini dapat segera kembali normal dan hujan segera turun," ucapnya.

  3. 3. Kondisi lahan yang terbakar cukup menyulitkan petugas

    Tim Manggala Agni saat melakukan pemadaman di tengah lahan terbakar di SM Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan.
    Tim Manggala Agni saat melakukan pemadaman di tengah lahan terbakar di SM Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan. (Dok. Manggala Agni)

    Upaya pemadaman masih dilakukan karena api belum sepenuhnya padam. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi lahan yang terbakar cukup menyulitkan petugas lantaran berupa gambut dengan vegetasi semak belukar.

    Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, masyarakat peduli api, BKSDA Sumsel, pemadam dari perusahaan, serta dukungan helikopter water bombing masih dikerahkan untuk menangani kebakaran.

    "Asap dari kebakaran bahkan mengarah ke kawasan sungai dan mengganggu aktivitas lalu lintas. Kondisi asap yang pekat dan panas juga menjadi perhatian karena berada di sisi timur kawasan yang menjadi habitat gajah. Sambil pemadaman, tim juga melakukan pendinginan agar tidak ada lagi muncul asap yang membahayakan," terangnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More