Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemkot Janji Tambah Bantuan CSR Revitalisasi BKB Palembang

Kota Palembang
Pemkot Janji Tambah Bantuan CSR Revitalisasi BKB Palembang
Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Pemkot Palembang menjanjikan tambahan dukungan APBD, CSR, dan bantuan kementerian tahun depan untuk revitalisasi Benteng Kuto Besak yang ditargetkan selesai pada 2027.
  • Pembangunan Bastion 1 dibiayai CSR Perumda Tirta Musi, dengan DED terus dimatangkan sesuai arahan pemerintah pusat sambil mempertahankan karakter utama bangunan.
  • Revitalisasi pelataran BKB berlangsung bertahap sejak 2025; total anggaran hampir Rp10 miliar, termasuk Rp4,3 miliar pada 2026 untuk panggung, struktur, dan lantai granit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang menjanjikan akan menambah bantuan anggaran serta mencari peluang baru dari sokongan pihak ketiga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam progres revitalisasi Benteng Kuto Besak (BKB)

"Revitalisasi ini dari dana CSR yang sudah sekarang dari PDAM, nanti juga akan ada support dana APBD dan untuk bantuan dari kementerian diberikan tahun depan," ujar Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, Senin (14/9/2026).

  1. 1. Pembangunan bastion 1 BKB dari CSR Perumda Tirta Musi

    Wali Kota Palembang Ratu Dewa dalam dokumentasi yang dikreditkan kepada Feny Maulia Agustin dari IDN Times.
    Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

    Dia optimistis, dukungan dari pihak ketiga berpotensi bertambah karena rencana revitalisasi BKB tidak hanya untuk orang tertentu. Melainkan, nanti masyarakat umum bisa menikmati wisata di kawasan BKB apabila proses renovasi telah selesai yang ditargetkan tuntas pada 2027.

    "Alhamdulillah, setelah puluhan tahun akses masuk BKB dibuka untuk masyarakat Palembang, juga budayawan," katanya.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan saat renovasi awal, pemkot mulai melakukan penyusunan DED Bastion 1 yang saat ini terus dimatangkan sesuai arahan pemerintah pusat. Rencanya, bentuk dan karakter utama bangunan akan dipertahankan.

    "Pembangunan Bastion 1 saat ini dibiayai melalui Perumda Tirta Musi," jelas dia.

  2. 2. Revitalisasi dilakukan sesuai kemampuan anggaran daerah

    Menteri Kebudayaan Fadli Zon berada di Kawasan BKB Palembang saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi tersebut.
    Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat berkunjung ke Kawasan BKB Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

    Sementara, sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Irman, menyampaikan revitalisasi dilakukan bertahap sejak 2025 dengan menyesuaikan dengan keuangan daerah. Tahap pertama, Pemkot mengalokasikan anggaran Rp5,6 miliar untuk membenahi kawasan pelataran BKB.

    Kemudian secara menyeluruh, pemkot telah mengalokasikan anggaran hampir Rp10 miliar dalam proses revitalisasi kawasan BKB dalam waktu dua tahun terakhir.

    Ia menjelaskan, konsep revitalisasi sejak awal memang dirancang secara bertahap karena menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran pemerintah daerah.

    “Revitalisasi dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan ketersediaan anggaran,” kata dia.

  3. 3. Tahun 2026 pemkot alokasikan anggaran Rp4,3 miliar

    Rencana desain BKB Palembang menampilkan ilustrasi penataan kawasan, jalur pejalan kaki, dan elemen bangunan.
    Rencana desain BKB Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

    Lebih lanjut, kata Irman, pada 2026 pemkot kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,3 miliar dan dengan tambahan itu, total anggaran revitalisasi Pelataran BKB mencapai sekitar Rp9,9 miliar atau hampir Rp10 miliar.

    Pekerjaan tahap kedua mencakup pembongkaran panggung lama, pembangunan struktur baru di area bekas panggung, pengerasan lantai, serta pemasangan lantai granit alam (flooring) pada sebagian kawasan.

    Selain itu, akan dibangun panggung baru di sudut pelataran dengan latar belakang Jembatan Ampera. Panggung tersebut dirancang memiliki luas hampir sama dengan panggung sebelumnya dan dilengkapi tulisan “Benteng Kuto Besak” sebagai penanda kawasan wisata.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More