Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penderita ISPA di Palembang Tembus Lebih dari 700 Kasus

Kota Palembang
2 min read
Penderita ISPA di Palembang Tembus Lebih dari 700 Kasus
Ilustrasi Anak penyakit ISPA. (IDN Times/Anjani Asra)
  • Kasus ISPA di Palembang mencapai 752 pada 18 September 2026, naik dari 706 kasus sehari sebelumnya saat kualitas udara memburuk.
  • Lonjakan dikaitkan dengan ISPU yang sempat melampaui 400 atau kategori berbahaya; warga diminta membatasi paparan asap demi menjaga kesehatan.
  • Anak-anak, ibu hamil, dan lansia menjadi kelompok rentan; masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan dan memakai masker bila harus keluar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Palembang mengalami lonjakan cukup tinggi pada 18 September 2026. Tercatat, angka ISPA tembus lebih dari 700 kasus akibat kondisi udara yang kian memburuk dan membahayakan kesehatan.

"Peningkatan kasus terjadi karena kualitas udara Palembang dalam level mengkhawatirkan," ujar Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, Jumat (18/9/2026).

  1. 1. Hindari paparan asap cegah ISPA

    Ilustrasi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebagai gambaran gangguan kesehatan pada sistem pernapasan manusia.
    Ilustrasi ISPA (magnific.com/rawpixel.com)

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan Palembang, angka ISPA mencapai 752 kasus. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 706 kasus. Kenaikan tersebut terjadi karena Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sempat menembus angka di atas 400 atau masuk kategori berbahaya.

    Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, dalam kondisi udara yang makin membahayakan dan menyebabkan kasus ISPA meningkat, sebaiknya masyarakat kian waspada, terutama memerhatikan dampak paparan asap terhadap warga yang rentan.

    "Kondisi udara yang memburuk perlu diantisipasi dengan menjaga kesehatan dan membatasi paparan asap,"jelasnya.

  2. 2. Anak-anak, ibu hamil, dan lansia rentan terdampak ISPA

    Seorang anak memakai masker dan memegang dada sebagai ilustrasi ISPA akibat cuaca panas ekstrem di rumah.
    ilustrasi anak yang terkena penyakit ISPA akibat cuaca panas ekstrem (pexels.com/Gustavo Fring)

    Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa tingkat kewaspadaan penting diutamakan terutama bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. Seperti anak-anak, ibu hamil dan warga lanjut usia (lansia).

    “Ketika kondisi udara memburuk, masyarakat harus lebih menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap. Kelompok rentan perlu mendapatkan perhatian lebih,” kata dia.

  3. 3. Imbau masyarakat pakai masker saat ke luar rumah

    Ilustrasi virus corona hijau di latar gelap sebagai gambaran penyakit infeksi saluran pernapasan akut.
    Ilustrasi Penyakit ISPA (pixabay.com/Ornaw)

    Ira menambahkan, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi paparan partikel pencemar udara yang dapat masuk ke saluran pernapasan.

    "Apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker sebagai salah satu upaya perlindungan dari paparan asap," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More