Cerita Heru Warga OKU Timur Selamat dari KM Virgo, Gagal Selamatkan Anak

- Heru Pranoto selamat dari insiden kapal Virgo, tetapi gagal menarik putranya, Muhammad Anwaril Ma’arif (19), yang masih hilang setelah kapal dalam posisi miring.
- Dari delapan warga OKU Timur yang berangkat ke Kalimantan Selatan untuk bekerja, enam selamat dan dua belum ditemukan, termasuk anak Heru serta seorang warga dari BK 19.
- Pemprov Sumsel menanggung makan, minum, dan penginapan korban selamat di Banjarmasin, serta menawarkan bantuan kepulangan atau pengurusan kerja sambil pencarian dua warga berlanjut.
Palembang, IDN Times - Heru Pranoto menjadi salah satu warga OKU Timur yang selamat dari insiden kapal KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Namun, keselamatannya menyisakan duka karena anaknya, Muhammad Anwaril Ma’arif (19), masih belum ditemukan.
Kisah tersebut disampaikan Heru saat berbicara dengan Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru. Dalam percakapan itu, Heru mengungkapkan bahwa dirinya sempat berusaha menyelamatkan sang anak ketika kapal dalam kondisi miring.
"Aku tebangun dibanguni kawan, Pak, terus saya lompat. Waktu saya mau narik anak saya, nggak dapat, Pak, dan langsung terjun ke bawah (laut). Saat itu kapal masih dalam posisi miring, Pak," ungkap Heru kepada Herman Deru, Jumat (18/9/2026).
1. Dua warga Sumsel belum ditemukan

Gubernur Sumsel Herman Deru saat menelpon warga Sumsel yang menjadi korban Kapal Virgo (Instagram: Pemprov Sumsel) Heru merupakan warga Desa Saungdadi, OKU Timur. Ia bersama sejumlah warga lainnya berencana berangkat menuju Kalimantan Selatan untuk bekerja.
Dalam percakapan tersebut, Herman Deru menanyakan jumlah warga asal OKU Timur yang berada dalam rombongan tersebut. Heru menyebut ada delapan orang.
"Dari delapan itu ada enam orang, Pak, yang selamat. Dua belum ditemukan," jawab Heru.
2. Deru ungkap rasa prihatin di depan ayah korban

Kapal Virgo Transport 8 (Dok. vesselfinder.com) Dua warga yang masih belum ditemukan disebut berasal dari kawasan BK 19. Salah satunya adalah Muhammad Anwaril Ma’arif, anak Heru yang berusia 19 tahun.
Herman Deru kemudian menyampaikan keprihatinannya atas kondisi keluarga Heru. Ia juga meminta agar pencarian terhadap korban yang belum ditemukan terus menjadi perhatian.
"Kita kirim Al-Fatihah ya untuk anaknya. Turut prihatin ya Heru," ujar Herman Deru.
3. Pemprov Sumsel tanggung penginapan hingga kepulangan

Dua posko pengaduan Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak disediakan di Terminal Penumpang Gapura Suraya Nusantara kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (13/9/2026). IDN Times/Ardiansyah Fajar. Selain memastikan proses pencarian tetap mendapat perhatian, Herman Deru menyatakan Pemprov Sumsel akan membantu kebutuhan warga yang selamat selama berada di Banjarmasin.
Heru dan warga lainnya saat ini berada di Banjarmasin setelah insiden kapal tersebut. Herman Deru mengatakan kebutuhan makan, minum, hingga penginapan akan ditanggung sembari menunggu kepastian dari manajemen kapal Virgo.
"Pokoknya, sebelum ada keputusan dari manajemen Virgo kita akan tanggung itu," kata Deru.
Deru juga memberikan pilihan kepada para korban yang selamat. Mereka dapat kembali ke Sumsel atau tetap berada di Kalimantan untuk bekerja.
"Kalau mau pulang bapak ongkosin pulang. Mau kerja apa di Kalimantan itu," ujar Deru.
Heru kemudian menjelaskan bahwa dirinya dan warga lainnya selama ini bekerja sebagai pemanen sawit di Kalimantan. Mendengar hal tersebut, Deru meminta Dinas Ketenagakerjaan Sumsel untuk ikut membantu mengurus para korban yang masih berada di Banjarmasin.
"Ini loh, Kadis Ketenagakerjaan, kita akan tetap urus kalian di sana. Pilihannya ada dua, kalian tetap kerja di sana atau pulang, kita urus," katanya.
Deru juga menanyakan kondisi keluarga Heru, termasuk keberadaan istrinya. Heru menyebut istrinya saat ini berada di Taiwan.
Sementara itu, pencarian terhadap Muhammad Anwaril Ma’arif dan satu warga OKU Timur lainnya masih menjadi perhatian setelah insiden kapal Virgo tersebut.


















