Sopir Truk Antre BBM Sejak Malam, Herman Deru: Kasihan Mereka

- Antrean BBM kembali terjadi di sejumlah SPBU Palembang, membuat sopir truk menunggu lebih dari 10 jam dan mengganggu waktu kerja serta aktivitas masyarakat.
- Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru meninjau SPBU Simpang Bandara setelah menerima keluhan; sopir mengaku ada yang mengantre sejak pukul 23.00 akibat BBM sempat habis.
- Deru menduga kendaraan menumpuk saat pasokan kembali tersedia setelah kekosongan BBM, serta meminta penyebab keterlambatan Pertalite dan Bio Solar segera diketahui untuk menormalkan distribusi.
Palembang, IDN Times - Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di sejumlah SPBU di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel). Kondisi ini membuat para sopir truk harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM.
Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru meninjau langsung salah satu SPBU di kawasan Simpang Bandara Palembang setelah menerima keluhan masyarakat terkait antrean BBM yang semakin panjang.
"Mereka ini antre bisa lebih dari 10 jam. Kasihan dia para sopir," ungkap Deru, Selasa (15/9/2026).
1. Aktivitas masyarakat terganggu karena antre BBM

Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru meninjau langsung salah satu SPBU di kawasan Simpang Bandara Palembang (Dok: Pemprov Sumsel) Deru mengatakan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan panjangnya antrean kendaraan di SPBU. Menurutnya, waktu dan aktivitas masyarakat ikut terganggu karena harus menunggu BBM.
"Para sopir truk sempat mengeluh dari jam 7 malam, habis. Ada yang antre dari jam 11 malam," ujar Deru.
2. Sempat ada kekosongan BBM di SPBU

Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru meninjau langsung salah satu SPBU di kawasan Simpang Bandara Palembang Heru menilai, kondisi tersebut cukup memberatkan para sopir truk yang mengandalkan BBM untuk menjalankan aktivitasnya. Waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja justru habis untuk mengantre.
"Kemarin sudah sempat bagus kan kenapa hari ini jelek lagi," jelasnya.
Deru menduga panjangnya antrean terjadi karena sebelumnya sempat ada kekosongan BBM. Kondisi itu membuat kendaraan menumpuk ketika pasokan kembali tersedia.
"Numpuk ini karena sempat kosong," jelasnya.
3. Normalisasi pasokan BBM mesti dilakukan

Nawa Junaidi (49), sopir truk asal Muaro Bungo, Jambi harus mengantre BBM dikarenakan kondisi Solar yang langka (IDN Times/Rangga Erfizal) Deru juga mempertanyakan keterlambatan pasokan Pertalite dan Bio Solar yang biasanya sudah tiba di SPBU. Ia meminta agar persoalan distribusi tersebut segera diketahui penyebabnya sehingga antrean tidak kembali terjadi.
Menurut Deru, normalisasi pasokan diperlukan agar antrean kendaraan dapat segera terurai dan masyarakat, khususnya para sopir angkutan, bisa kembali menjalankan aktivitas tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU.


















