Diduga Keracunan MBG, 5 Siswa MTsN di Kota Pariaman Masih Dirawat

- Lima siswa MTsN 1 Kota Pariaman masih dirawat setelah diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis; total 123 siswa mengalami mual, muntah, sakit perut, dan sakit kepala.
- Gejala muncul 10–30 menit setelah siswa menyantap makanan dari salah satu SPPG. Siswa dengan muntah parah dirawat di RSUD M Yamin dan Rumah Sakit Sadikin.
- SPPG penyedia makanan ditutup sementara. BGN membawa sampel makanan ke laboratorium; hasil pemeriksaan ditunggu sebelum sanksi terhadap SPPG ditentukan.
Padang, IDN Times - Lima siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Pariaman masih menjalani perawatan setelah diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).
Para siswa tersebut saat ini masih dirawat karena mengeluh mual dan sakit perut yang mereka alami usai menyantap makanan yang menjadi program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
"Empat orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yamin dan satu orang di Rumah Sakit Sadikin Kota Pariaman ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenaldi, Selasa (15/9/2026).
1. Seratusan siswa keracunan

Kadis Kesehatan Pariaman, Rudi memeriksa salah satu korban keracunan MBG (Foto: Dok Rudy) Rudy mengatakan, total siswa yang mengalami keracunan setelah menyantap makanan yang dibuat oleh salah satu SPPG di daerah itu berjumlah 123 orang.
"Indikasinya memang karena MBG. Karena mereka mengeluhkan sakit perut, mual dan muntah itu setelah menyantap makanan yang diberikan oleh SPPG," katanya.
Menurut Rudy, seluruh siswa yang keracunan tersebut mengalami gejala keracunan setelah 10 sampai 30 menit menyantap makanan tersebut.
"Setelah itu mereka semua langsung dilarikan ke rumah sakit. Bagi yang dirawat adalah mereka yang mengalami muntah yang cukup parah," katanya.
Rudy menjelaskan, siswa yang mengalami muntah darah usai keracunan tersebut kemungkinan terjadi luka di bagian saluran pernapasannya.
2. SPPG ditutup sementara

SPPG Pondok Kelapa Jakarta Timur. (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Rudy mengatakan, untuk SPPG yang menyediakan makanan bagi para siswa tersebut saat ini tidak diperbolehkan beroperasi hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Saat ini kita masih mencari tahu dari mana keracunannya itu. Kalau memang dari makanan MBG itu tentu yang berhak memberikan sanksi adalah pihak BGN," katanya.
Menurut Rudy, keracunan makanan tersebut adalah kejadian pertama di Kota Pariaman dan berdampak kepada 123 orang siswa yang mengalami gejala muntah, mual, sakit kepala dan sakit perut.
3. Tunggu hasil labor

Kadis Kesehatan Pariaman, Rudi memeriksa salah satu korban keracunan MBG (Foto: Dok Rudy) Rudy mengatakan, saat ini pihak BGN telah membawa sampel makanan yang diberikan kepada para siswa tersebut ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.
"Kalau berkaca dari kejadian di Agam kemarin itu hasilnya akan keluar dalam 6 hari kerja. Kita sampai saat ini masih menunggu hasil tersebut," lanjut Rudy.
Menurutnya, sanksi yang diberikan kepada SPPG nantinya akan dikeluarkan jika hasil laboratorium tersebut telah dikeluarkan oleh pihak laboratorium.





















