Udara Palembang Masih Tak Sehat, Masyarakat Diimbau Pakai Masker

- Kualitas udara Palembang masih berada pada kategori sangat tidak sehat, terutama di Musi 2, Kertapati, Alang-alang Lebar, dan Gandus yang terdampak asap karhutla.
- BMKG mencatat PM2.5 tertinggi mencapai 213,1 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB; konsentrasinya menurun pagi hari tetapi tetap berada di level sangat tidak sehat.
- Masyarakat, terutama kelompok rentan, diimbau memantau informasi kualitas udara dan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Palembang, IDN Times - Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatra Selatan, Wandayantolis, masih konsisten memantau kualitas udara di Palembang, terutama di kawasan sekitar Musi 2, Kertapati, Alang-Alang Lebar dan Gandus. Daerah tersebut rutin dipantau karena menjadi titik terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kualitas udara di Palembang masih berada pada level merah atau kategori sangat tidak sehat," ujarnya, Minggu (13/9/2026).
1. Kondisi udara Palembang masih berlangsung fluktuatif

Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal) Wandayantolis mengatakan, kualitas udara paling tidak sehat berlangsung pada waktu dini hari sejak tengah malam. Namun, pada pagi hari, kualitas udara berangsur membaik dan asap akibat karhutla mulai mereda.
"Kabut dari tengah malam hingga pagi belum menunjukkan perbaikan dalam beberapa pekan terakhir," kata dia.
Lebih lanjut, Wandayantolis menyampaikan kondisi itu terpantau dari data stasiun pemantauan kualitas udara PM2.5 di kawasan Musi 2, Palembang, milik BMKG. Ia menambahkan, kondisi kualitas udara masih perlu menjadi perhatian, karena konsentrasi partikulat halus berada pada level sangat tidak sehat sejak tengah malam.
"Kondisi udara masih fluktuatif. Sempat merah kemudian kuning, namun merah lagi pagi ini," jelasnya.
2. Kualitas udara Palembang berada di level tidak sehat

ilustrasi karhutla (unsplash.com/Karsten Winegeart) Sementara berdasarkan data pemantauan, angka PM2.5 sempat mencapai 213,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut menjadi nilai tertinggi yang tercatat pada periode pemantauan pada pukul 02.00 WIB.
Memasuki pagi hari, konsentrasi PM2.5 mulai mengalami penurunan. Pada pukul 07.00 WIB, angkanya tercatat sebesar 176,2 µg/m³. Kemudian, pukul 08.00 WIB tercatat 170,1 µg/m³.
"Meski mengalami penurunan dibandingkan dengan angka tertinggi sebelumnya, kualitas udara Palembang masih berada dalam kategori sangat tidak sehat," katanya.
3. Masyarakat diimbau pakai masker tiap aktivitas luar ruangan

ilustrasi karhutla (unsplash.com/Emma Renly) Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat tetap perlu mewaspadai paparan polusi udara, terutama kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak kualitas udara yang buruk.
"Masyarakat diimbau memperhatikan informasi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Dengan angka PM2.5 yang masih berada pada level sangat tidak sehat, sebaiknya menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan," ungkapnya.
















