- KKK 100 persen Rp43.650 per kilogram
- KKK 70 persen Rp30.555 per kilogram.
- KKK 60 persen Rp26.190 per kilogram.
- KKK 50 persen Rp21.825 per kilogram.
- KKK 40 persen Rp17.460 per kilogram.
- KKK 30 persen Rp13.095 per kilogram.
Harga Karet Sumsel Naik Rp2.517 dalam Dua Hari, Kini Tembus Rp43 Ribu

- Harga karet KKK 100 persen di Sumatera Selatan naik Rp2.517 dalam dua hari, mencapai Rp43.650 per kilogram pada Rabu, atau bertambah Rp1.160 dari Selasa.
- Kenaikan dipicu penguatan harga karet di pasar SGX-Sicom dari 241,9 menjadi 249,0 US Cent per kilogram, sementara kurs rupiah bergerak tipis ke Rp17.530 per dolar AS.
- APKARINDO Sumsel mengingatkan harga karet dapat berubah cepat dan petani perlu menjaga mutu bokar agar hasil penjualan optimal saat harga menguat.
Palembang, IDN Times - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) terus menanjak pada pertengahan pekan. Dalam dua hari perdagangan, harga karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen sudah naik Rp2.517 per kilogram.
Sekjen Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) Sumsel, Rudi Arpian, mengatakan harga KKK 100 persen pada perdagangan Rabu mencapai Rp43.650 per kilogram.
"Hari ini harga KKK 100 persen Rp43.650 per kilogram. Naik Rp1.160 dibandingkan Selasa yang Rp42.490 per kilogram," ungkap Rudi, Rabu (9/9/2026).
1. Penyebab kenaikan harga karet

Perkebunan karet Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal) Menurut Rudi, penguatan harga kali ini tidak lepas dari kenaikan harga karet di pasar SGX-Sicom. Harga di Sicom tercatat naik dari 241,9 menjadi 249,0 US cent per kilogram.
"Kenaikan itu cukup besar dibandingkan dengan perubahan kurs yang justru bergerak tipis," ucapnya.
2. Posisi karet menguat namun tetap harus diwaspadai

Perkebunan karet Sumsel (IDN Times/Istimewa) Kurs yang digunakan dalam perhitungan bergerak dari Rp17.565 menjadi Rp17.530 per dolar AS. Dengan harga SGX-Sicom 249,0 US cent dan kurs tersebut, harga KKK 100 persen berada di level Rp43.650 per kilogram.
Rudi menyebut penguatan harga dalam beberapa hari terakhir membuat posisi karet kembali berada di atas Rp43 ribu per kilogram.
"Kalau melihat pergerakan sejak awal pekan, kenaikannya memang cukup terasa. Tapi kita tetap harus melihat perkembangan pasar karena harga komoditas seperti karet bisa berubah dengan cepat," ujarnya.
3. Kualitas olahan karet jadi faktor penting

Petani karet Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal) Rudi juga mengingatkan kualitas bahan olahan karet atau bokar tetap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan petani agar hasil penjualan bisa maksimal.
"Mutu bokar tetap harus dijaga. Jadi ketika harga sedang bagus seperti sekarang, hasil yang diterima petani juga bisa lebih optimal," katanya.


















