30 Hektare Ladang Sawit di Dharmasraya Terbakar, Polisi Cari Pemilik

- Kebakaran melanda sekitar 30 hektare lahan di Dharmasraya sejak 8 September 2026, terdiri dari 29 hektare ladang sawit berusia sekitar lima tahun dan satu hektare lahan kosong.
- Polisi, damkar, masyarakat, serta pemerintah daerah memadamkan api yang berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.00 WIB, lalu melanjutkan pendinginan untuk mencegah kebakaran kembali menyala.
- Pemilik ladang sawit masih dicari untuk diperiksa. Polisi menduga api merambat dari pembakaran rumput atau ilalang kering, diperparah musim kemarau dan angin kencang.
Padang, IDN Times - Lahan seluas kurang lebih 30 hektare di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat dilahap si jago merah sejak Selasa (8/9/2026) kemarin.
"Kami mendapatkan laporan soal kebakaran lahan itu sejak kemarin dan berlangsung hingga hari ini," kata Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana, Rabu (9/9/2026).
Ia mengatakan bahwa sejak mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung turun untuk melakukan pemadaman bersama masyarakat dan pemerintah kabupaten setempat.
1. Kebakaran lahan kosong dan ladang sawit

Ladang sawit di Dharmasraya terbakar. (Dok. Polres Dharmasraya) Kartyana mengatakan bahwa kebakaran lahan yang terjadi itu berada di lahan sawit yang pemiliknya belum diketahui sampai saat ini.
"Dari total lahan yang terbakar itu, satu hektare merupakan lahan kosong dan 29 hektare lainnya merupakan lahan sawit yang diperkirakan berumur kurang lebih 5 tahun," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya saat ini sedang mencari tahu pemilik lahan sawit tersebut untuk dimintai keterangan soal kebakaran lahan yang terjadi.
"Nanti kita akan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik lahan untuk menanyai soal kebakaran yang terjadi di lahan tersebut," katanya.
2. Lakukan pemadaman

Ladang sawit di Dharmasraya terbakar. (Dok. Polres Dharmasraya) Kartyana mengatakan bahwa untuk melakukan pemadaman tersebut, pihak Damkar setempat menurunkan tim pemadaman, dan personel Polsek serta Polres Dharmasraya membantu melakukan pemadaman.
"Tim kita turun membantu melakukan pemadaman api yang sudah menyebar tersebut. Alhamdulillah, api sudah berhasil dipadamkan tadi sekitar pukul 11.00 WIB," katanya.
Setelah melakukan pemadaman, Kartyana mengatakan bahwa seluruh tim melanjutkan dengan melakukan pendinginan agar api tidak kembali menyala.
3. Penyebab kebakaran

ilustrasi karhutla (unsplash.com/Emma Renly) Kartyana mengatakan, untuk saat ini pihaknya menduga kebakaran tersebut terjadi karena rambatan api dari lokasi sebelumnya atau pembakaran rumput dan ilalang kering akibat musim kemarau.
"Keadaan cuaca dengan angin yang kencang juga berpotensi menghidupkan kembali titik api pada lokasi kebakaran sebelumnya," katanya.
Ia mengimbau masyarakat di Kabupaten Dharmasraya agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta membakar dedaunan kering yang bisa mengakibatkan kebakaran lahan.



















