Antrean Mengular, Herman Deru Soroti Barcode Ganda dan Pasokan Solar

- Gubernur Sumsel Herman Deru meminta polisi memperketat pengawasan dan menindak penggunaan barcode ganda, karena dinilai mengganggu penyaluran solar subsidi bagi penerima yang berhak.
- Antrean solar di Sumsel turut dipengaruhi distribusi yang bergantung pada sekitar tujuh vendor dari berbagai wilayah; hambatan pasokan memaksa Pertamina mencari stok dari daerah lain.
- Deru menyoroti kuota subsidi Sumsel yang terbatas, termasuk realisasi Pertalite sekitar 750 ribu KL dan solar serta lainnya 629 ribu KL, lalu siap melapor ke BPH Migas.
Palembang, IDN Times - Antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM subsidi jenis solar di sejumlah wilayah Sumsel menjadi perhatian Gubernur Herman Deru. Di tengah kondisi tersebut, ia meminta pengawasan terhadap dugaan praktik penggunaan barcode ganda untuk mendapatkan solar subsidi diperketat.
"Saya meminta kepada pihak kepolisian untuk dapat segera mengawasi dan ditindak," kata Deru, Selasa (8/9/2026).
1. Masyarakat yang tak berhak diminta jangan pakai subsidi

Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal) Deru menilai, praktik tersebut harus menjadi perhatian karena dapat mengganggu penyaluran BBM subsidi kepada masyarakat yang memang berhak menerima. Ia juga mengingatkan masyarakat yang secara ekonomi tidak masuk kategori penerima subsidi agar menggunakan BBM nonsubsidi.
"Kalau masyarakat kita tidak layak pakai subsidi, jangan pakai subsidi," tegasnya.
2. Pasokan BBM bergantung di tujuh vendor

Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal) Persoalan antrean BBM subsidi yang tak kunjung selesai membuat Deru angkat bicara lebih jauh. Dengan kondisi pasokan yang ada saat ini, dirinya menilai ada kendala pasokan distribusi solar menuju sejumlah wilayah.
Ia menjelaskan, pasokan solar ke SPBU bergantung pada sekitar tujuh vendor dengan sumber pasokan dari sejumlah wilayah, termasuk Dumai dan Sulawesi. Ketika pasokan dari vendor tertentu mengalami hambatan, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel harus mengambil pasokan dari wilayah lain, termasuk Lampung.
"Yang harusnya kita kawal sebelum terjadi, stoknya terbatas, stok bio solar 0,86 harus terus dijaga, tidak boleh kosong, ambil dari tempat lain," jelasnya.
3. Akui kuota BBM Sumsel tak sesuai permintaan

Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal) Selain pasokan, Deru juga menyoroti kuota BBM subsidi yang diterima Sumsel terbatas. Sebelumnya pemda telah mengajukan 2,8 juta kiloliter (KL) untuk seluruh jenis BBM bersubsidi di luar Pertalite. Sementara untuk Pertalite, usulan yang disampaikan sekitar 1,7 juta KL.
Namun, realisasi kuota yang diterima disebut hanya sekitar 750 ribu KL untuk Pertalite. Sedangkan solar dan jenis BBM subsidi lainnya mendapatkan sekitar 629 ribu KL, lebih rendah dibandingkan kuota tahun sebelumnya yang mencapai 655 ribu KL.
"Tidak mungkin kita menahan mereka untuk antre BBM. Nanti saya teriak ke BPH, tidak boleh kita diam, tidak merasionalisasi orang yang mengantre. Kasihan masyarakat yang antre," ujarnya
Deru meminta persoalan kuota dan distribusi tersebut tidak menjadi alasan masyarakat harus terus menghadapi antrean. Ia bahkan menyatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) apabila kondisi antrean terus berlangsung.
"Beberapa hari ini kita tidak bisa tutup mata, antrean BBM subsidi jenis solar ini semakin panjang," jelasnya.




















