Distribusi MBG Berjalan Fleksibel saat Palembang Terapkan PJJ

- Distribusi Makanan Bergizi Gratis di Palembang tetap berjalan selama PJJ, dengan teknis penyaluran disesuaikan melalui kesepakatan antara sekolah dan dapur SPPG.
- PJJ bagi TK, SD, dan SMP diterapkan mulai 9 September 2026 akibat kualitas udara memburuk dan meningkatnya gejala ISPA pada peserta didik.
- Sekolah dapat memakai platform digital atau tugas manual bagi siswa terkendala perangkat, sambil memastikan pembelajaran tetap sesuai kurikulum dan kalender pendidikan.
Palembang, IDN Times - Distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Palembang berjalan fleksibel saat pemerintah kota menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa TK, SD dan SMP sederajat.
"Distribusi MBG memang tidak setop saat PJJ, tapi teknis pelaksanaannya dan bagaimana penyalurannya menyesuaikan kesepakatan masing-masing dari sekolah dan dapur SPPGnya sendiri," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Palembang, Heru, Rabu (9/9/2026).
2. PJJ Palembang dilakukan berdasarkan kondisi kualitas udara

ilustrasi anak sekolah (pexels.com/panditwiguna) Diketahui sebelumnya, Wali Kota Palembang Ratu Dewa telah memutuskan penerapan PJJ dari hasil rapat koordinasi pemerintah kota bersama Komisi IV DPRD Palembang pada Senin lalu (7/9/2026).
Dalam keputusan itu disampaikan, kesepakatan PJJ berlangsung mulai 9 September 2026 dan dilakukan berdasarkan kondisi kualitas udara yang memburuk serta mempertimbangkan meningkatnya gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), khususnya di kalangan peserta didik di Kota Palembang.
2. Sebut PJJ bukan hal baru dalam dunia pendidikan

ilustrasi belajar online (unsplash/ Compare Fibre) Heru menambahkan bahwa kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 33 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Jadwal Kegiatan Belajar Mengajar karena Kabut Asap bagi Satuan Pendidikan di Palembang juga menyebutkan bahwa sistem PJJ tidak akan menyulitkan siswa, orang tua, wali murid maupun pihak sekolah.
Karena katanya, penerapan PJJ bukan merupakan hal baru bagi dunia pendidikan. Sistem PJJ lanjut Heru, sempat diterapkan saat pandemi COVID-19, sehingga sebagian besar guru dan orang tua sudah memahami teknisnya.
"Jadi, teknisnya menyesuaikan dengan materi, kurikulum sekolah, dan target pembelajaran bisa saja via Zoom, via tugas di grup kelas, atau bentuk lainnya, dan tidak full daring 8 jam penuh di depan layar smartphone," jelas Heru.
3. Meski PJJ disdik upayakan pembelajaran tetap berjalan optimal

Para siswa di SDN 8 Sekayu mengenakan masker saat pergi sekolah. (IDN Times/Yuliani) Dia menyampaikan bahwa sistem PJJ bagi orang tua yang punya anak lebih dari satu atau memiliki keterbatasan perangkat seluler hingga tidak memiliki smartphone masih bisa melakukan pembelajaran dengan kesepakatan bersama sekolah.
"Bagi orang tua yang kurang mampu agar berkoordinasi dengan guru apakah nanti akan diberi tugas manual dengan ambil dan kumpul ke sekolah langsung atau seperti apa nanti bisa dikoordinasikan langsung ke sekolah masing-masing," katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa selama pelaksanaan PJJ, kepala satuan pendidikan wajib memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan sesuai kurikulum, capaian pembelajaran, serta kalender pendidikan yang berlaku.
"Kita usahakan dan pastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung aktif dan terarah dengan memanfaatkan berbagai platform digital yang tersedia maupun sistem manual," jelas dia.

















