Sumsel Perluas Pasar Kopi, Rusia Jadi Target Ekspor Baru

Sumatra Selatan menargetkan Rusia sebagai pasar ekspor baru Kopi Liberika, sembari memperluas jangkauan internasional di luar pasar yang sudah ada.
Pemprov dan Karantina Sumsel mendampingi pelaku usaha, memperkuat ketertelusuran bahan baku, serta menyiapkan dokumen sertifikasi untuk menjaga kualitas ekspor sejak tingkat petani.
Nilai ekspor kopi Sumsel naik dari Rp1,5 miliar pada 2024 menjadi Rp12,1 miliar pada 2025; hingga Juli 2026 tercatat 8,7 ton senilai Rp652 juta.
Palembang, IDN Times - Pasar ekspor komoditas unggulan kopi dari Sumatra Selatan terus diperluas. Terbaru, Rusia menjadi salah satu negara yang ditargetkan sebagai pasar internasional untuk pengiriman kopi Liberika asal Sumsel.
"Penguatan ekspor harus dimulai dari hulu, terutama dengan meningkatkan kualitas dan mengantisipasi risiko di tingkat petani," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumsel, Mega Nugraha, Rabu (9/9/2026).
1. Sertifikasi ekspor penting dalam perluasan pasar komoditas

Kopi Sumsel (Dok. Karantina Sumsel) Dia mengatakan, salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas komoditas adalah melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha sekaligus mengembangkan inovasi Go-Export untuk memperkuat ketertelusuran komoditas.
"Karantina Sumsel bersama Pemprov Sumsel mengebut informasi pelaku usaha, asal bahan baku, hingga kelengkapan dokumen yang diperlukan dalam proses sertifikasi ekspor," kata dia.
Harapannya, lanjut Ega, dengan perluasan pasar ekspor, ke depan kopi Sumsel dapat memiliki peluang pasar baru serta tidak hanya mempertahankan pasar yang sudah ada.
"Tetapi juga memperluas jangkauan, termasuk ke Rusia," ujarnya.
2. Pengiriman ekspor kopi Sumsel meningkat pada 2025

Kopi Sumsel (Dok. Karantina Sumsel) Sementara berdasarkan data Karantina Sumsel, ekspor komoditas kopi menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Yakni, nilai pengiriman kopi Sumsel melonjak dari Rp 1,5 miliar pada 2024 menjadi Rp 12,1 miliar pada 2025.
Menurut Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, peningkatan ekspor kopi menjadi indikator bahwa komoditas tersebut mampu bersaing di pasar internasional.
"Maka itu, komoditas ekspor harus dipastikan memenuhi persyaratan sejak daerah asal sehingga aman, sehat, bermutu, dan dapat diterima oleh negara tujuan," jelasnya.
3. Australia jadi negara tujuan utama pengiriman kopi Sumsel

Kopi Sumsel (Dok. Karantina Sumsel) Lebih lanjut, Endah menyampaikan bahwa dari data rinci, Karantina Sumsel mencatat ada tiga kali pengiriman kopi dengan nilai Rp 1,5 miliar pada 2024 dan pada tahun 2025 ada peningkatan pengiriman hingga 14 kali.
"Kopi Sumsel sebelumnya telah dikirim ke sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Australia, Arab Saudi dan Singapura," kata dia.
Sedangkan hingga Juli 2026, ekspor kopi Sumsel tercatat mencapai 8,7 ton dengan nilai Rp 652 juta dan Australia menjadi salah satu tujuan utama pengiriman.





















