Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Antrean Biosolar Kian Panjang, Gubernur Sumsel Desak Pasokan FAME Lokal

Kota Palembang
Antrean Biosolar Kian Panjang, Gubernur Sumsel Desak Pasokan FAME Lokal
Potret kondisi saat antrean mengular di sejumlah SPBU di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Antrean Biosolar memanjang di sejumlah SPBU Sumsel setelah distribusi FAME, bahan campuran Biosolar, mengalami hambatan dan pasokannya harus didatangkan dari luar daerah.
  • Gubernur Herman Deru mempertanyakan ketergantungan FAME dari Lampung, Sulawesi, dan Dumai, padahal Sumsel memiliki sekitar 1,4 juta hektare perkebunan sawit serta mendorong pelibatan vendor lokal.
  • Pertamina Patra Niaga menyatakan FAME dipasok tujuh vendor melalui kontrak, namun terjadi beberapa keterlambatan pengiriman; antrean juga dipengaruhi lonjakan permintaan solar pada Agustus dan September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Pemerintah Sumatra Selatan (Sumsel) menyoroti ketergantungan pada pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dari luar daerah di tengah antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar yang semakin panjang di sejumlah SPBU.

Gubernur Sumsel Herman Deru mempertanyakan kondisi tersebut. Sebab, Sumsel memiliki potensi perkebunan sawit mencapai sekitar 1,4 juta hektare yang dinilai dapat mendukung kebutuhan bahan baku untuk campuran biosolar.

"Kenapa tidak mengambil khusus vendor dari lokal saja? Jangan yang dari Sulawesi, dari Dumai jauh-jauh itu. Sementara kebun sawit kita ada 1,4 juta hektare," Rabu (9/9/2026).

  1. 1. FAME jadi campuran Biosolar

    Petugas mengisi bahan bakar minyak pada kendaraan di SPBU Veteran Palembang setelah kenaikan BBM nonsubsidi.
    Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Deru mengatakan, informasi mengenai kendala pasokan FAME itu diperoleh setelah Pemprov Sumsel berdiskusi dengan Pertamina Patra Niaga terkait antrean Biosolar yang dalam beberapa hari terakhir semakin panjang.

    FAME merupakan bahan yang digunakan sebelum proses blending untuk menghasilkan Biosolar. Ketika pasokannya mengalami kendala, Pertamina harus mencari sumber dari wilayah lain agar distribusi Biosolar tetap berjalan.

    "Jadi ketika kita tanyakan dengan Pertamina, Pertamina Patra Niaga, ternyata jujur memang ada. Mereka ada hambatan di distribusi FAME-nya, jadi sebelum di-blending menjadi Biosolar yang akan didistribusikan ke SPBU," ujarnya.

  2. 2. FAME dipasok dari luar daerah

    Petugas melayani pengisian BBM pada kendaraan di SPBU Veteran Palembang setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi.
    Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Deru menyebut Pertamina Patra Niaga terpaksa mengambil pasokan FAME dari luar Sumsel untuk menjaga ketersediaan Biosolar. Salah satu daerah yang menjadi sumber pasokan adalah Lampung.

    "Untuk FAME-nya tadi terpaksa Pertamina Patra Niaga ambil di wilayah lain, salah satunya dari Lampung," katanya.

    Kondisi tersebut menurut Deru seharusnya dapat diantisipasi sebelum berdampak terhadap ketersediaan BBM di SPBU. Ia meminta stok Biosolar tetap dijaga agar tidak sampai kosong.

    Deru juga mendorong Pertamina untuk melibatkan para vendor dalam pembahasan mengenai pasokan FAME. Ia menilai keberadaan vendor lokal perlu dipertimbangkan untuk memperpendek rantai distribusi.

    "Karena vendornya ada tujuh tadi disebut. Untuk FAME-nya tadi terpaksa Pertamina Patra Niaga ambil di wilayah lain, salah satunya dari Lampung," tuturnya.

  3. 3. Pertamina sebut FAME didatangkan melalui vendor

    Petugas mengisi bahan bakar minyak pada kendaraan di SPBU Veteran Palembang setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi.
    Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Sementara itu, Region Manager Retail Sales PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Ayub Ritto, menjelaskan bahwa FAME tidak diproduksi oleh Pertamina. Bahan tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan vendor yang telah ditetapkan.

    Menurutnya, terdapat tujuh vendor yang memasok FAME, yakni Wilmar Bioenergi Indonesia, Pelita Agung Agriindustri, Tunas Baru Lampung, Sari Dumai Sejati, Energi Unggul Persada, LDC Indonesia, dan Multinavita Sulawesi.

    "Soal keterlambatan distribusi FAME tadi. Jadi, FAME ini kami tidak produksi. Kami berkontrak dengan pihak vendor," jelas Ayub.

    Ia mengatakan, pasokan FAME sebenarnya telah memiliki jadwal kedatangan. Namun, dalam beberapa kesempatan terdapat keterlambatan pengiriman dari vendor.

    "Sehingga waktu kedatangannya pun sebenarnya sudah terjadwal oleh kami. Ketika ada kendala, kami pasti bertanya kepada vendor kenapa ada kendala. Ini kan catatannya tadi sering terlambat, ada beberapa keterlambatan di bulan ini," katanya.

  4. 4. Akui ada antrean yang makin panjang

    Antrean kendaraan mengular di area SPBU Palembang saat warga menunggu pengisian bahan bakar dalam kondisi ramai.
    Potret kondisi saat antrean mengular di sejumlah SPBU di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Ayub menegaskan para vendor telah memiliki komitmen untuk memenuhi kebutuhan FAME sesuai kontrak. Pertamina akan meminta penjelasan apabila pasokan tidak datang sesuai jadwal.

    "Vendor-vendor ini kan sudah ditetapkan dan itu sebenarnya dalam konteks mereka siap kirim. Tapi ketika dia tidak terkirim, pasti dia punya justifikasi dan kita pun sudah menyampaikan kepada mereka untuk memenuhi komitmen yang diminta," ujarnya.

    Di sisi lain, Ayub mengatakan antrean Biosolar tidak hanya dipengaruhi oleh persoalan pasokan FAME. Permintaan solar juga mengalami peningkatan pada Agustus dan September 2026.

    "Di bulan Agustus dan September ini, kami dari Pertamina melihat ada beberapa peningkatan permintaan khusus solar. Ini meningkat cukup tajam," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More