Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mulai Besok, Siswa di Palembang Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Kota Palembang
Mulai Besok, Siswa di Palembang Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap
Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Rangga Erfizal)

  • Pemkot Palembang memberlakukan PJJ bagi siswa TK, SD, dan SMP mulai 9 September 2026 akibat kabut asap pekat, kualitas udara buruk, serta meningkatnya kasus ISPA.
  • Kebijakan melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor 33 Tahun 2026 akan dievaluasi berkala; sekolah wajib menjaga pembelajaran tetap aktif tanpa membebani siswa dengan tugas berlebihan.
  • Program Makan Bergizi Gratis tetap diupayakan dengan penyesuaian distribusi, sementara orang tua diminta mendampingi anak belajar di rumah dan membatasi aktivitas luar ruangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Pemerintah Palembang memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk siswa TK, SD, dan SMP sederajat di Palembang. Langkah ini lantaran kabut asap semakin pekat melanda Palembang.

Keputusan tersebut mulai 9 September 2026 dan akan dievaluasi melihat perkembangan kualitas udara di Palembang. Artinya, siswa untuk sementara mengikuti pembelajaran dari rumah hingga kondisi dinilai aman.

"Kesehatan anak-anak kita adalah hal yang tidak bisa ditawar. Berdasarkan pantauan indeks standar pencemar udara (ISPU) dan laporan pengetatan status siaga darurat bencana asap, serta meningkatnya temuan kasus ISPA di kalangan siswa, kami memutuskan untuk mengalihkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) fisik ke metode PJJ," ungkap Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, Selasa (8/9/2026).

Kebijakan PJJ tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Palembang Nomor 33 Tahun 2026 dan berkaitan dengan status siaga darurat bencana asap yang sebelumnya ditetapkan Pemkot Palembang.

  1. 1. Pembelajaran tidak dihentikan

    Wali Kota Palembang Ratu Dewa
    Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Dewa menjelaskan, kebijakan tersebut tidak berarti kegiatan belajar dihentikan. Sekolah tetap diminta menjalankan pembelajaran dari rumah dengan menyesuaikan metode dan kondisi peserta didik.

    Guru juga diminta tidak memberikan tugas secara berlebihan selama PJJ. Pembelajaran tetap diarahkan untuk memenuhi capaian kurikulum, tetapi beban siswa perlu diperhatikan mengingat mereka juga berada dalam situasi kabut asap.

    "Kepala satuan pendidikan diinstruksikan menjamin proses KBM tetap berjalan aktif, bermakna, dan terarah dengan memanfaatkan platform digital tanpa mengesampingkan capaian kurikulum," jelasnya.

  2. 2. Guru diminta lebih bijak memberikan materi

    PJJ di Kota Bekasi dampak abu vulkanik Krakatau. (IDN Times/Imam Faishal)
    PJJ di Kota Bekasi dampak abu vulkanik Krakatau. (IDN Times/Imam Faishal)

    Selama pelaksanaan PJJ, sekolah, guru diharap melakukan pembelajaran secara tepat tanpa membebani siswa. Saat ini, pihaknya memilih fokus untuk menjaga kesehatan siswa.

    "Guru juga diminta bijak dalam memberikan materi dan tidak membebani peserta didik dengan tugas yang berlebihan," katanya.

  3. 3. MBG Tetap Diupayakan

    IMG_20260908_093556.jpg
    PJJ di Kota Bekasi dampak abu vulkanik Krakatau. (IDN Times/Imam Faishal)

    Di tengah perubahan pola belajar tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa tetap diupayakan berjalan. Pemkot Palembang akan menyesuaikan mekanisme penyaluran makanan dengan kondisi kabut asap. Penyesuaian diperlukan agar pemenuhan gizi siswa tetap berjalan tanpa membuat mereka terpapar udara luar.

    "Kebijakan ini akan terus kami evaluasi secara berkala sesuai dengan perkembangan kualitas udara di lapangan," jelasnya.

    Pemkot juga meminta orangtua mendampingi anak selama belajar dari rumah dan membatasi aktivitas mereka di luar ruangan selama kualitas udara masih terdampak kabut asap.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More