Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sumsel Bagian Barat dan Selatan Terdampak Sebaran Abu Vulkanik Krakatau

Kota Palembang
Sumsel Bagian Barat dan Selatan Terdampak Sebaran Abu Vulkanik Krakatau
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto (Dok: BMKG)
  • Abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau terdeteksi positif melalui paper test di Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, setelah sebarannya terpantau satelit Himawari.
  • Sebaran abu sempat mengarah ke Sumsel bagian barat dan selatan, mencakup OKU Selatan, sebagian OKU, Lahat, Muara Enim, Pagar Alam, serta Lubuk Linggau.
  • Dampak abu membatalkan satu penerbangan Susi Air ke Pagar Alam, sementara Bandara SMB II Palembang belum mendeteksi abu vulkanik melalui pemantauan berkala.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Bandara Atung Bungsu Pagar Alam, Sumatra Selatan (Sumsel), terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau. Kondisi tersebut terpantau melalui pemeriksaan paper test yang menunjukkan indikasi positif adanya debu vulkanik di Kota Pagar Alam.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto mengungkap potensi sebaran sempat terpantau menuju wilayah Sumsel Barat-Selatan. Mulai dari OKU Selatan, sebagian OKU, sebagian Lahat, Muara Enim, Pagar Alam, dan Lubuk Linggau.

"Artinya, sempat terpantau debu vulkanik secara visual menggunakan paper test di Bandara Atung Bungsu," ungkap, Siswanto, kepada IDN Times, Senin (7/9/2026).

  1. 1. Satu penerbangan dibatalkan

    Area Pelabuhan Bakauheni di Lampung tampak diselimuti abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau saat aktivitas penyeberangan berlangsung.
    Kondisi Pelabuhan Bakauheni, Lampung saat penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (dok. Muhammad untuk IDN Times)

    Temuan tersebut juga sesuai dengan pemantauan citra satelit Himawari yang menunjukkan sebaran abu vulkanik mengarah ke wilayah Pagar Alam. Hasil citra satelit kemudian dipastikan melalui pemeriksaan paper test di Bandara Atung Bungsu.

    "Karena dari pantauan citra satelit masuk ke sana dan kita pastikan dengan paper test siang itu indikasinya positif," katanya.

    Dampak sebaran abu vulkanik tersebut turut mengganggu penerbangan dari dan menuju Pagar Alam. Salah satu penerbangan dibatalkan akibat kondisi tersebut.

    "Artinya, dampaknya ada jadwal penerbangan Susi Air, ada yang cancel yang ke Bandara Pagar Alam," ujarnya.

  2. 2. Abu vulkanik belum terdeteksi di SMB II

    621f9782-eae4-4c15-9f73-2ad84f8cdc11.jpeg
    Kondisi Pelabuhan Bakauheni, Lampung saat penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (dok. Muhammad untuk IDN Times)

    Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Hingga pemantauan terakhir, belum ditemukan indikasi abu vulkanik dari erupsi Anak Gunung Krakatau di kawasan bandara tersebut.

    Pemantauan dilakukan secara berkala menggunakan paper test sejak erupsi Anak Gunung Krakatau terjadi.

    "Sejauh ini, sejak Anak Gunung Krakatau mengalami erupsi, memang kami sudah melakukan pemantauan dengan paper test di Bandara SMB II. Sejauh ini belum menunjukkan adanya indikasi positif. Artinya belum ada debu vulkanik yang sampai ke SMB II," ujarnya.

  3. 3. Belum ada indikasi abu vulkanik sampai Palembang

    Potret informasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
    Potret informasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (instagram.com/bmkgwilayah2)

    Pemantauan tersebut penting dilakukan mengingat Sumsel juga tengah menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemeriksaan diperlukan untuk membedakan partikel abu vulkanik dengan partikel yang berasal dari kabut asap.

    Untuk membedakannya, dilakukan pengamatan secara visual serta pemeriksaan menggunakan paper test. Partikel debu vulkanik juga memiliki karakteristik berbeda ketika diperiksa secara langsung.

    "Sejauh ini belum menunjukkan adanya indikasi positif. Artinya belum ada debu vulkanik yang sampai ke SMB II," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More