Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gunung Dempo Tak Terpengaruh Erupsi Anak Krakatau, Status Masih Waspada

Kota Pagar Alam
Gunung Dempo Tak Terpengaruh Erupsi Anak Krakatau, Status Masih Waspada
Puncak Gunung Dempo Sumatra Selatan (IDN Times/Rangga Erfizal)

  • Status Gunung Dempo di Pagar Alam tetap Level II Waspada sejak 7 Januari 2022 dan tidak terpengaruh oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Pemantauan 6 September 2026 mencatat kabut tipis hingga tebal, tanpa asap kawah, serta microtremor beramplitudo 0,5–1 milimeter; aktivitas dipantau lewat seismograf, tiltmeter, dan GPS.
  • PVMBG melarang masyarakat dan wisatawan mendekati atau bermalam dalam radius 1 kilometer dari Kawah Marapi-Gunung Dempo, diperluas 2 kilometer ke arah barat laut hingga utara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pagar Alam, IDN Times - Aktivitas Gunung Dempo di Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan (Sumsel), masih berada pada Level II atau Waspada. Kondisi tersebut tidak mengalami perubahan setelah Gunung Anak Krakatau (GAK) terjadi erupsi.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dempo, Wiwit Julian mengatakan, aktivitas Gunung Dempo hingga saat ini masih dalam kondisi yang dipantau secara rutin.

"Saat ini keadaan Gunung Dempo berada di level II atau waspada. Status waspada tersebut telah ditetapkan sejak 7 Januari 2022," ungkap Wiwit kepada IDN Times, Selasa (8/9/2026).

  1. 1. Rutin pantau kondisi Gunung Dempo

    Puncak Gunung Dempo Sumatra Selatan (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Puncak Gunung Dempo Sumatra Selatan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Wiwit mengatakan pihaknya masih rutin memantau aktivitas vulkanik Gunung Dempo. Dari hasil pemantauan tidak ditemukan pengaruh erupsi Anak Gunung Krakatau terhadap aktivitas Dempo. "Sampai saat ini tidak ada pengaruhnya erupsi Anak Gunung Krakatau terhadap Gunung Dempo," kata Wiwit.

  2. 2. Ini hasil pengamatan aktivitas Gunung Dempo

    Kawasan taman wisata Gunung Dempo Pagaralam, Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Kawasan taman wisata Gunung Dempo Pagaralam, Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Berdasarkan pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api Dempo pada 6 September 2026, kondisi gunung masih terlihat dengan kabut tipis hingga tebal, sementara asap dari kawah tidak teramati. Dari hasil pemantauan getaran gunung, masih tercatat tremor menerus atau microtremor dengan amplitudo 0,5 hingga 1 milimeter dan dominan pada 0,5 milimeter.

    Wiwit mengatakan kondisi Gunung Dempo terus dipantau untuk melihat jika sewaktu-waktu terjadi perubahan aktivitas. Pemantauan dilakukan dengan sejumlah alat yang dapat mendeteksi perubahan getaran maupun pergerakan tubuh gunung.

    "Indikatornya jika ada peningkatan aktivitas vulkanik yang dipantau menggunakan seismograf, tiltmeter dan GPS," kata Wiwit.

  3. 3. Larang dekati aktivitas kawah

    Seorang petani di kaki Gunung Dempo, Pagar Alam, bersama tanaman hortikultura cabai yang dirawatnya.
    Seorang petani di kaki Gunung Dempo, Pagar Alam, bersama tanaman hortikultura cabai yang dirawatnya. (IDN Times/Hafidz Trijatnika)

    Meski status Gunung Dempo belum mengalami perubahan, masyarakat dan wisatawan tetap diminta tidak mendekati pusat aktivitas kawah. Kawasan Kawah Marapi-Gunung Dempo memiliki potensi bahaya, termasuk paparan gas vulkanik.

    Pengunjung juga dilarang bermalam atau camping mendekati pusat aktivitas kawah. Larangan diperluas hingga radius 2 kilometer pada sektor arah bukaan kawah, yakni barat laut hingga utara.

    "Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak mendekati maupun bermalam di pusat aktivitas Kawah Marapi-Gunung Dempo dalam radius 1 kilometer," jelasnya.

    Gunung Dempo sebelumnya sempat mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada Agustus 2025 dan April 2026. Saat itu, kawah sempat mengeluarkan asap dan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai sekitar 2.000 meter. Karena itu, masyarakat maupun pendaki diimbau tetap mengikuti ketentuan keselamatan yang ditetapkan PVMBG dan tidak mengabaikan perkembangan aktivitas Gunung Dempo meski saat ini tidak ada pengaruh dari erupsi Anak Krakatau.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More