Kondisi kabut asap menyelimuti perairan Sungai Musi kota Palembang, Rabu 12 Agustus 2026. ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengingatkan bahwa kondisi kering diperkirakan masih berlangsung hingga September. Fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) turut memengaruhi kondisi iklim Sumsel sehingga curah hujan berpotensi berkurang.
"El Nino membuat kita kehilangan hujan karena hujannya dibawa ke Samudra Pasifik. Ada satu faktor lagi yang mulai menguat, yaitu IOD. Ini juga membawa hujan khususnya di Sumatra ke Samudra Pasifik," Wandayantolis.
Kondisi tersebut juga berpotensi membuat awal musim hujan mengalami kemunduran. Jika sebelumnya awal musim hujan diperkirakan terjadi pada pertengahan Oktober, kondisi iklim saat ini berpotensi membuatnya mundur hingga akhir Oktober atau awal November.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau, terutama dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
"Namun, dengan El Nino yang intensitasnya sangat kuat, ada potensi awal musim hujan mundur ke akhir Oktober atau bahkan awal November," jelasnya.