Ekspor Sumsel Januari-Agustus 2026 Turun 6,29 Persen, Nonmigas Anjlok

Ekspor kumulatif Sumatra Selatan hingga Agustus 2026 mencapai 3,9 miliar dolar AS, turun 6,29 persen dibanding periode sama 2025 dan menjadi alarm pertumbuhan ekonomi daerah.
Ekspor migas naik 76,12 persen menjadi 451 juta dolar AS, tetapi nonmigas yang bernilai 3,5 miliar dolar AS terkontraksi 11,59 persen; sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 33,78 persen.
Tiongkok menjadi tujuan ekspor terbesar Sumsel senilai 1,3 miliar dolar AS, disusul India 431 juta dolar AS dan Malaysia 379 juta dolar AS, dengan komoditas utama batubara, pulp, karet, serta produk turunannya.
Palembang, IDN Times - Kinerja ekspor Sumatra Selatan sepanjang semester pertama tahun ini menunjukkan rapor merah dan dalam tren lesu. Kondisi tersebut menjadi salah satu alarm bagi pertumbuhan daerah hingga akhir tahun 2026.
"Ekspor Sumsel kumulatif hingga Agustus 2026 sebesar 3,9 miliar dolar AS atau menurun dibandingkan kumulatif 2025," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel Moh Wahyu Yulianto dalam rilis yang diterima, Jumat (2/10/2026).
1. Ekspor Sumsel terkoreksi 6,9 persen

Kepala BPS Sumsel Moh. Wahyu Yulianto (Dok. BPS Sumsel) Dia menyampaikan, aktivitas pengiriman komoditas ke luar negeri dari Sumsel pada semester pertama tahun ini secara persentase terkoreksi hingga 6,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Namun, Wahyu merinci, pergerakan ekspor migas justru berada di angka 451 juta dolar AS atau mengalami peningkatan 76,12 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Sementara, ekspor nonmigas mencapai 3,5 miliar dolar AS.
"Tapi nilainya mengalami kontraksi sebesar 11,59 persen," kata dia.
2. Nonmigas lebih besar dalam aktivitas ekspor

ilustrasi ekspor (pixabay.com/michaelgaida) Lebih lanjut, dirinya mengatakan, berdasarkan sektor, ekspor nonmigas Sumsel kompak mengalami penurunan. Sedangkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan terkontraksi sebesar 33,78 persen menjadi 48,49 juta dolar AS.
"Memang ekspor Sumsel jauh lebih besar nonmigas dibandingkan migas. Tetapi ekspor migas mengalami kenaikan, sementara nonmigas mengalami penurunan," jelasnya.
3. Ekspor tertinggi masih ke Tiongkok

ilustrasi Amerika Serikat dan China, tarif, dagang, perdagangan, ekspor impor (magnific.com/kjpargeter) Secara rinci, sepanjang Januari–Agustus 2026, ekspor Sumsel terbesar masih didominasi oleh Tiongkok dengan nilai 1,3 miliar dolar AS. Komoditas yang dikirim mencakup pulp dari kayu, batu bara dan lignit, serta karet dan barang dari karet.
"Negara kedua, yaitu India, dengan nilai 431 juta dolar AS dan komoditas yang dikirim berupa batubara, lignit, karet dan barang dari karet, serta bahan kimia organik," kata dia.
Sedangkan kata Wahyu, Malaysia berada di posisi ketiga dengan nilai 379 juta dolar AS dan komoditasnya batubara dan lignit, lemak dan minyak nabati, serta kertas dan karton.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















