Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Massa Demo Minta Pengobatan ISPA Gratis, Pagar Kantor Gubernur Roboh

Kota Palembang
2 min read
Massa Demo Minta Pengobatan ISPA Gratis, Pagar Kantor Gubernur Roboh
Demonstrasi di depan kantor Gubernur Sumsel menuntut perlindungan masyarakat saat kabut asap akibat karhutla (Dok: Pemprov Sumsel)
  • Massa Gerakan Cinta Rakyat berunjuk rasa di Kantor Gubernur Sumsel, menuntut tindakan nyata menangani karhutla berbulan-bulan serta dampak kabut asap dan peningkatan kasus ISPA.

  • Demonstran meminta pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga terdampak asap, serta mengusulkan 20 persen dana bantuan presiden Rp30 miliar dialokasikan untuk kebutuhan kesehatan.

  • Aksi sempat diwarnai saling dorong hingga pagar kantor gubernur roboh; Pemprov Sumsel menyatakan aspirasi massa akan dilaporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Massa Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) melakukan demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumsel. Mereka menuntut Pemprov Sumsel untuk segera melakukan tindakan nyata dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah berlangsung berbulan-bulan dan tak ada penyelesaian.

Koordinator aksi, Charma Afrianto, mengatakan bahwa peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Sumsel menjadi gambaran dampak yang ditimbulkan oleh kabut asap terhadap masyarakat.

"Kami meminta pemerintah tidak hanya melihat karhutla sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai persoalan kesehatan masyarakat dan penegakan hukum," ungkap Charma, Jumat (2/10/2026).

  1. 1. Kesehatan masyarakat terdesak

    Demonstrasi di depan kantor Gubernur Sumsel menuntut perlindungan masyarakat saat kabut asap akibat karhutla
    Demonstrasi di depan kantor Gubernur Sumsel menuntut perlindungan masyarakat saat kabut asap akibat karhutla (Dok: Pemprov Sumsel)

    Menurutnya, masyarakat yang terdampak asap harus mendapat pemeriksaan dan pengobatan, khususnya warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.

    "Kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama," kata Charma.

  2. 2. Minta alokasi anggaran bantuan presiden untuk kesehatan

    Demonstrasi di depan kantor Gubernur Sumsel menuntut perlindungan masyarakat saat kabut asap akibat karhutla
    Demonstrasi di depan kantor Gubernur Sumsel menuntut perlindungan masyarakat saat kabut asap akibat karhutla (Dok: Pemprov Sumsel)

    Charma menilai, selama ini pemerintah hanya berhenti pada imbauan penggunaan masker ketika kualitas udara memburuk. Menurutnya, selama ini perlindungan terhadap masyarakat dinilai lemah sehingga kelompok rentan paling terdampak ketika kabut asap terjadi.

    Dirinya mengusulkan agar 20 persen dari dana bantuan presiden sebesar Rp30 miliar untuk penanganan karhutla dialokasikan bagi masyarakat yang terdampak asap, terutama warga yang mengalami ISPA.

    "Pemerintah harus memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pemeriksaan, pengobatan dan perlindungan," jelasnya.

  3. 3. Masa sempat robohkan pagar kantor gubernur

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Masa Gencar sempat terlibat dalam aksi saling dorong dengan aparat yang berjaga di Kantor Gubernur Sumsel. Massa yang kecewa karena tidak dapat masuk untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kemudian merobohkan pagar kantor gubernur.

    Saat aksi berlangsung, perwakilan Pemprov Sumsel menemui massa. Asisten II Setda Sumsel Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Basyaruddin Akhmad, mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan akan dilaporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

    "Kita tampung semua aspirasi massa, jadi bahan kami untuk menindaklanjuti masalah karhutla dan dampaknya," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More