Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kapal Sembako Tenggelam di Banyuasin, Imbas Asap Tutupi Jarak Pandang

Kab. Banyuasin
2 min read
Kapal Sembako Tenggelam di Banyuasin, Imbas Asap Tutupi Jarak Pandang
Dok. Polres Banyuasin
  • KM Arpin Jaya pengangkut sembako dari Palembang menuju Sei Baung tenggelam di anak Sungai Musi, Jalur 21 Muara Padang, Banyuasin, pada 30 September 2026 sore.

  • Kapal kandas lalu karam saat melaju pelan dalam jarak pandang terbatas akibat kabut asap tebal terkait karhutla; polisi juga menduga pengemudi kurang berhati-hati.

  • Pengemudi Leo dan dua ABK selamat setelah terjun ke sungai. Muatan sembako berhamburan, sebagian dievakuasi kapal lain, sementara pengangkatan kapal dan pendataan kerugian masih berlangsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyuasin, IDN Times - Kapal motor (KM) Arpin Jaya, angkutan pengangkut sembako dari Palembang menuju Sei Baung, Ogan Komering Ilir (OKI), tenggelam di anak Sungai Musi, Jalur 21 Muara Padang, Banyuasin.

"Kejadiannya kemarin sore, Rabu (30/9/2026), ketika kapal itu hendak menuju ke Sungai Baung membawa sembako dari Palembang. Seluruh kru kapal berhasil selamat," ujar Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, Kamis (1/10/2026).

  1. 1. Kejadian berlangsung sore hari

    Dokumentasi resmi yang dirilis Polres Banyuasin sebagai materi visual untuk publikasi berita terkait.
    Dok. Polres Banyuasin

    Berdasarkan kronologi sebelum karam, kapal tersebut mengalami kecelakaan saat melaju dalam kondisi jarak pandang terbatas akibat kabut asap, pada 30 September 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

    "Kapal melaju pelan karena jarak pandang berkurang. Saat tiba di lokasi kejadian, kapal kandas hingga badan kapal karam dan akhirnya tenggelam," jelas dia.

  2. 2. Pengemudi kapal tak berhati-hati

    Dokumentasi resmi Polres Banyuasin yang disertakan dalam laporan terkait peristiwa di wilayah kerjanya.
    Dok. Polres Banyuasin

    Menurut Risnan Aldino, dugaan kuat penyebab kecelakaan kapal terjadi karena jarak pandang terbatas di tengah kondisi kabut asap tebal akibat adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar lokasi.

    Selain faktor jarak pandang, polisi juga menduga pengemudi kurang berhati-hati saat melajukan kapal dalam kondisi tersebut.

  3. 3. Proses pengangkutan material dalam proses

    Dokumentasi dari Polres Banyuasin yang menyertai laporan terkait peristiwa di wilayah Kabupaten Banyuasin.
    Dok. Polres Banyuasin

    Lebih lanjut, dia menyampaikan, saat kapal mulai tenggelam, muatan sembako yang dibawa berhamburan ke sungai. Pengemudi kapal bernama Leo (30), kemudian meminta bantuan kepada rekannya.

    Tak lama kemudian, kapal lain melintas di lokasi dan membantu mengevakuasi barang-barang yang masih mengapung di sungai ke daratan.

    “Pengemudi bernama Leo bersama dua ABK menyelamatkan diri dengan terjun ke sungai ketika kapal perlahan tenggelam. Kerugian material belum terdata karena kebanyakan muatan masih berada dalam kapal tenggelam. Untuk pengangkatan, masih berlangsung," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More