Ramai Warga Threads Kirim Pesan ke Herman Deru Segera Selesaikan Asap

Warga Sumatra Selatan ramai mengirim protes lewat Threads kepada Gubernur Herman Deru, mendesak penanganan kabut asap karhutla yang dirasakan hingga Palembang dan masuk ke rumah.
Herman Deru menyatakan hotspot masih banyak di Ogan Ilir dan sebagian OKI; pemerintah melakukan penanganan darat, udara, serta 60 kali Operasi Modifikasi Cuaca.
Gubernur menyebut arah angin memengaruhi asap di Palembang, sementara pemadaman di OKI berlangsung lebih dari sebulan dan masyarakat diingatkan tidak membakar lahan.
Palembang, IDN Times - Sejumlah unggahan warga Sumatra Selatan di media sosial Threads yang berisi protes terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi sorotan. Warga mendesak Gubernur Sumsel Herman Deru segera mengambil langkah untuk mengatasi asap yang dirasakan di sejumlah wilayah.
Salah satu unggahan dari akun Threads @dwikisandy_ mengajak warga melakukan gerakan mengirim pesan langsung (DM) secara serentak kepada Herman Deru. Dalam unggahan tersebut, warga diminta menyampaikan pesan lewat media sosial.
"Pak, tolong atasi asap yang ada di Sumsel, kami capek menghirup asap, Pak," ungkap akun @dwikisandy_ yang dikutip IDN Times, Jumat (2/10/2026).
1. Warganet keluhkan kabut asap yang tak kunjung mereda

keluhan warga mengenai upaya penanganan karhutla di Sumsel (Dok: Threads) Unggahan serupa disampaikan oleh akun @rrna_zfs. Ia mengaku sudah lelah menghirup kabut asap di Palembang dan sekitarnya yang disebut terasa hingga masuk ke dalam rumah. Dalam unggahannya, ia juga mempertanyakan penanganan pemerintah terhadap kondisi tersebut.
Keluhan lain datang dari akun @aghata_ronald yang mengaku belum pernah merasakan kabut asap separah ini selama tinggal di Palembang. Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kondisi tersebut.
Ada pula warga yang mempertanyakan penanganan pemerintah terhadap kondisi tersebut. Dalam unggahannya, warga meminta pemerintah segera mengambil langkah karena khawatir terhadap dampak asap bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Sementara itu, salah satu pengguna Threads bahkan memberikan batas waktu kepada pemerintah untuk menyelesaikan persoalan asap. Ia menyebut bahwa jika kondisi tersebut tidak berubah dalam sepekan, Herman Deru dinilai gagal memimpin dan diminta mundur.
Keluhan warga di Threads itu disampaikan di tengah masih berlangsungnya karhutla di sejumlah wilayah Sumsel. Asap dari kebakaran juga mulai dirasakan masyarakat di sejumlah daerah, termasuk Palembang.
2. Upayakan penanganan karhutla lewat darat dan udara

Lokasi kebakaran lahan di Sumsel (Dok: Manggala Agni) Menanggapi kondisi kabut asap yang terjadi di Sumsel, Herman Deru sebelumnya mengatakan, pemerintah bersama seluruh komponen terus melakukan berbagai upaya penanganan.
"Kita sebagai warga Sumsel dan semua komponen terus berusaha, baik dalam bentuk imbauan maupun aksi nyata. Kemarin kita sempat hujan beberapa kali, bahkan ada hujan lagi di Musi Banyuasin," kata Herman Deru.
Ia mengatakan berdasarkan data terakhir yang diterimanya, hotspot masih banyak ditemukan di Kabupaten Ogan Ilir dan sebagian Ogan Komering Ilir (OKI).
"Pemerintah kabupaten terus berupaya menekan hotspot itu baik dengan pasukan daratnya maupun pangkalan udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)," ujarnya.
Menurut Herman Deru, OMC telah dilakukan sebanyak 60 kali sebagai salah satu upaya untuk membantu penanganan karhutla dan menekan jumlah hotspot.
"Sudah ada 60 kali OMC yang diupayakan. Ini juga bagian dari upaya kita untuk membantu penanganan karhutla dan menekan hotspot," katanya.
3. Klaim asap di Palembang dipengaruhi arah angin

Lokasi kebakaran lahan di Sumsel (Dok: Manggala Agni) Herman Deru mengatakan kondisi kabut asap yang dirasakan masyarakat juga sangat dipengaruhi oleh arah angin. Karena itu, asap dari wilayah yang terbakar dapat terasa berbeda di suatu daerah tergantung pada pergerakan angin.
"Gimana menghilangi kabut asap ini kalau tidak pakai exhaust fan. Karena asap sebanyak ini anginlah kita harapkan. Tentu kita berharap ada hujan," katanya.
Menurutnya, kondisi asap kemudian dapat berkurang ketika arah angin tidak menuju Palembang.
"Tapi hari ini agak berkurang lagi asapnya karena anginnya tidak bertiup ke sini," katanya, Senin, 29 September 2026 lalu.
Herman Deru mengatakan petugas masih melakukan penanganan karhutla di OKI yang telah berlangsung lebih dari satu bulan. Ia meminta kondisi petugas di lapangan juga menjadi perhatian.
"Penanganan di OKI sudah sebulan lebih. Stamina orang di lapangan juga harus dijaga. Maka kita tolonglah, tidak gampang kawan-kawan di lapangan," ujarnya.
4. Ingatkan masyarakat untuk tak bakar lahan

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Ia mengatakan petugas terus melakukan pemadaman meski api atau bara kembali muncul setelah sebelumnya dipadamkan.
"Kita yang jauh saja terasa, apalagi orang di situ. Mereka bukan berdiam diri. Saat dipadamkan, muncul lagi, muncul lagi," katanya.
Herman Deru juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Menurutnya, dampak pembakaran tidak hanya berasal dari api, tetapi juga dari asap yang dapat terbawa angin ke wilayah lain.
"Yang selalu saya ingatkan itu kesadaran masyarakat, jangan dibakar. Bukan pembakarannya saja yang bahaya, tapi juga terbangannya (hasil pembakaran) itu dibawa angin, alang-alang luar biasa," katanya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



![[WANSUS] Herman Deru Jawab Pertanyaan Karhutla: dari Asap sampai Banpres Rp100 M](https://image.idntimes.com/post/20260928/img-20260928-wa0014_338118ec-b76d-4b8c-898f-cb439fc143b2_watermarked_idntimes-1.jpg)













![[WANSUS] Wali Kota Palembang Bicara Karhutla, Kabut Asap, dan PJJ](https://image.idntimes.com/post/20260928/screenshot_20260928_125218_89a35f7a-2920-479d-ae54-ddfb7fe11040_watermarked_idntimes-3.jpg)

