Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Sumsel Turun, Efek Ekonomi Melesu?

Perjalanan wisatawan nusantara ke Sumatra Selatan pada Januari-Agustus 2026 mencapai 17,46 juta, turun 1,11 persen dibandingkan periode sama 2025.
BPS Sumsel menyebut penurunan kunjungan berpotensi dipengaruhi kondisi ekonomi yang melesu; aktivitas perjalanan wisnus turut mencerminkan perkembangan ekonomi wilayah.
Pada Agustus 2026, okupansi hotel bintang mencapai 50,57 persen dengan rata-rata menginap 1,41 malam, lebih tinggi daripada nonbintang yang sebesar 24,49 persen.
Palembang, IDN Times - Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel) mendata jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sumsel mengalami penurunan pada Januari-Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
"Pada Januari–Agustus 2026, perjalanan Wisnus tujuan Sumsel mencapai 17,46 juta perjalanan. Angka ini turun 1,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujar Kepala BPS Sumatera Selatan Moh. Wahyu Yulianto dalam rilis yang diterima, Kamis (1/10/2026).
1. Kondisi ekonomi berdampak pada tingkat kunjungan winsus

Ilustrasi ekonomi terguncang (IDN Times/Arief Rahmat) Kondisi kunjungan winsus ke Sumsel yang mengalami penurunan disebabkan oleh berbagai faktor. Kemungkinan besar, adanya angka yang melandai tersebut bisa dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang perlahan melesu sepanjang tahun 2026.
Menurut Wahyu, angka itu menjadi bukti konkret aktivitas perjalanan wisnus yang secara tidak langsung menggambarkan perkembangan ekonomi wilayah.
2. Tingkat hunian hotel di Sumsel sentuh 50,57 persen di Agustus 2026

Ilustrasi Hotel (pinterpoin) Sementara, dari sisi jasa akomodasi, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Sumsel pada Agustus 2026 tercatat sebesar 50,57 persen.
"TPK hotel bintang bulan Agustus 2026 sebesar 50,57 persen dan rata-rata lama menginap tamu hotel bintang sebesar 1,41 malam,” kata dia
3. Data menunjukkan wajah pariwisata Sumsel

ilustrasi hotel, penginapan (unsplash.com/Frugal Flyer) Sedangkan lanjut Wahyu, untuk hotel nonbintang dan akomodasi lainnya, TPK pada Agustus 2026 tercatat sebesar 24,49 persen dengan rata-rata lama menginap tamu mencapai 1,16 malam.
Data tersebut menunjukkan, bahwa pada Agustus 2026 tingkat penghunian kamar hotel bintang masih lebih tinggi dibandingkan hotel nonbintang dan akomodasi lainnya.
"Dari sisi mobilitas, perkembangan jumlah perjalanan wisatawan dan tingkat hunian akomodasi jadi bagian dan gambaran kondisi pariwisata Sumsel," jelasnya
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)

















![[WANSUS] Wali Kota Palembang Bicara Karhutla, Kabut Asap, dan PJJ](https://image.idntimes.com/post/20260928/screenshot_20260928_125218_89a35f7a-2920-479d-ae54-ddfb7fe11040_watermarked_idntimes-3.jpg)

