Berdasarkan pantauan IDN Times di aplikasi IQAir pada Jumat (2/10/2026) pukul 19.00 WIB, kualitas udara Palembang masih berada pada kategori berbahaya dengan konsentrasi PM2.5 yang tinggi.
Asap Karhutla Mencekik, Pemkot Palembang Siapkan 18 Posko Kesehatan

Pemkot Palembang membuka layanan kesehatan dan posko siaga di 18 kecamatan untuk merespons keluhan warga, terutama ISPA, dengan dukungan tabung oksigen serta ruang pemulihan.
Mitigasi dilakukan untuk mencegah risiko kesehatan akibat kualitas udara sangat tidak sehat karena asap karhutla, dengan posko di kantor kecamatan dan puskesmas.
Pemkot membagikan masker gratis, mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan, serta memantau ISPU berkala agar penanganan lapangan segera bergerak saat kualitas udara memburuk.
Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang menyiapkan fasilitas layanan kesehatan di 18 wilayah kecamatan di kota setempat untuk merespons dampak kualitas udara yang semakin buruk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Diketahui, saat ini kualitas udara Palembang telah berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya akibat tingginya konsentrasi partikulat PM2.5. Kondisi tersebut semakin terasa pada malam hari karena tidak adanya paparan matahari yang membantu proses pencampuran udara di lapisan permukaan.
1. Siapkan tabung gas oksigen

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal) Menurut Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, fasilitas layanan kesehatan dan posko siaga di tingkat kecamatan diarahkan untuk merespons cepat keluhan kesehatan warga, terutama penyakit saluran pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Penanganan di lapangan (fasyankes) termasuk penyiapan tabung oksigen dan ruang pemulihan di fasilitas kesehatan setempat," kata Dewa, Jumat (2/10/2026).
2. Sebut sudah buka posko kesehatan

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal) Dia menyampaikan bahwa mitigasi dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Palembang serta untuk mencegah risiko kesehatan masyarakat yang memburuk akibat memburuknya kualitas udara yang tak sehat.
"Kita membutuhkan tindakan mitigasi yang merata hingga ke tingkat wilayah terbawah, selain membuka posko kesehatan di setiap kantor kecamatan dan puskesmas," jelasnya.
3. Pemkot komitmen pantau kondisi kualitas udara

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal) Lebih lanjut, dia mengklaim Pemkot Palembang telah memberikan tindakan serta bantuan maksimal di publik dalam penanganan asap dan karhutla. Salah satu program yang gencar dilakukan adalah pembagian masker secara gratis serta imbauan kepada warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
"Monitoring kualitas udara melalui ISPU terus kita pantau secara berkala. Jika indeks menunjukkan kategori tidak sehat hingga berbahaya, penanganan di lapangan langsung bergerak," katanya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















