Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tim Kesehatan Temukan Banyak Jemaah Haji Derita Hipertensi dan Kolesterol

Tim Kesehatan Temukan Banyak Jemaah Haji Derita Hipertensi dan Kolesterol
Petugas PPIH melakukan scan barcode kartu nusuk salah seorang jemaah (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Intinya Sih

  • Banyak jemaah haji kloter pertama Sumbar terdeteksi hipertensi dan kolesterol, namun seluruh 391 calon jemaah dinyatakan layak terbang setelah pemeriksaan kesehatan lengkap.
  • Pihak kesehatan menegaskan jemaah yang terdeteksi penyakit menular seperti campak atau varisela akan ditunda keberangkatannya hingga masa inkubasi 14 hari selesai.
  • Setiap jemaah dibekali paket kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan diperbolehkan membawa obat pribadi sesuai resep dokter untuk menjaga kondisi selama ibadah haji.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Padang, IDN Times - Tim kesehatan menemukan banyak jemaah haji kloter satu Sumatra Barat yang mengalami hipertensi dan kolesterol saat pemeriksaan kesehatan jelang keberangkatan.

"Keluhan dari jemaah paling banyak hipertensi dan kolesterol untuk kloter pertama ini," kata Wakil Ketua PPIH Kesehatan Embarkasi Padang, Resnita saat diwawancarai IDN Times, Kamis (23/4/2026).

Meski begitu, menurutnya sebanyak 391 Jemaah Calon Haji (JCH) kloter pertama embarkasi Padang tersebut layak untuk melakukan penerbangan.

1. Pemeriksaan kesehatan

Jemaah haji kloter pertama Sumbar mengantre melakukan pengecekan kesehatan (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Jemaah haji kloter pertama Sumbar mengantre melakukan pengecekan kesehatan (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Resnita mengatakan, saat pengecekan jemaah haji melakukan beberapa pemeriksaan kesehatan. "Pertama jemaah ini melakukan pemeriksaan tensi, kemudian obsimetrinya dan pengukuran suhu tubuh dan pengecekan nadinya juga," katanya.

Selain itu, pihaknya akan mengecek kembali hasil diagnosa yang didapatkan para jemaah haji saat pengecekan kesehatan tahap kedua.

"Tahap ketiga ini hanya melakukan pemeriksaan soal laik terbang atau tidaknya seorang jemaah haji ini," lanjutnya.

2. Jemaah alami penyakit menular akan dibatalkan keberangkatannya

Jemaah haji yang menggunakan kursi roda mengambil kartu nusuk (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Jemaah haji yang menggunakan kursi roda mengambil kartu nusuk (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Menurutnya, seorang JCH yang sudah dinyatakan istitaah bisa saja dibatalkan keberangkatannya jika terdeteksi mengalami penyakit menular.

"Contohnya seorang jemaah sudah dinyatakan istitaah pada tahap kedua dan tiba-tiba sakit farisella atau campak. Maka kami tidak akan merekomendasikan untuk berangkat," katanya.

Menurutnya, jika ada kasus seperti itu, ia akan memutuskan agar jemaah tersebut masuk inkubasi selama 14 hari dan keberangkatannya ditunda.

"Kalau dalam waktu 14 hari itu masih ada keberangkatan, maka akan kita berangkatkan kembali jemaah tersebut," katanya.

3. Bawa obat sendiri

Petugas PPIH melakukan scan barcode kartu nusuk salah seorang jemaah (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Petugas PPIH melakukan scan barcode kartu nusuk salah seorang jemaah (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Resnita mengatakan, jemaah haji yang akan berangkat menuju tanah suci telah dibekali paket kesehatan dari Kementerian Kesehatan.

"Jadi ada paket dari Kementerian Kesehatan serta jemaah boleh membawa obat-obatan tersendiri," katanya.

Hal tersebut menurutnya dilakukan karena para jemaah sudah mengetahui obat yang diberikan oleh dokter saat melakukan pengobatan yang harus dikonsumsi selama menjalankan ibadah haji.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More