Santri Lirboyo Jadi Jemaah Haji Termuda di Kloter 1 Palembang

- Muhamad Khotibul Umam Azzamzami, santri 18 tahun asal OKU Timur, menjadi jemaah haji termuda dari Sumatera Selatan setelah didaftarkan oleh ayahnya sejak usia 3,5 tahun.
- Umam mendapat izin dari Pondok Pesantren Lirboyo untuk berhaji dan membawa titipan doa dari teman-temannya sebelum melanjutkan kembali pendidikannya usai ibadah di Tanah Suci.
- Sebagai anak petani sekaligus pengelola pesantren, Umam bertekad meneruskan usaha keluarga di bidang pendidikan dan perkebunan dengan semangat menjadi generasi muda yang mandiri.
Palembang, IDN Times - Keinginan sederhana dari Muhamad Khotibul Umam Azzamzami sejak kecil justru membawa langkah besarnya hari ini. Di usia 18 tahun, ia berangkat ke Tanah Suci setelah didaftarkan haji oleh orangtuanya jauh-jauh hari.
Sang ayah, Kamali (58), mengatakan keputusan mendaftarkan anaknya berangkat dari permintaan sang buah hati sendiri. "Dia tidak pernah minta dibelikan motor atau mobil. Justru mintanya didaftarkan haji. Dari situ saya punya tekad, langsung saya daftarkan," ungkap Kamali, Selasa (21/4/2026).
1. Umam jadi jemaah temuda asal Sumsel

Kamali mendaftar haji untuk 5 anggota keluarga, pada tahun 2012. Namun tahun ini, satu orang harus menunda keberangkatan karena tengah mengandung.
Dia mengingat momen 14 tahun silam, saat pertama mendaftarkan anak bungsunya masih berusia 3,5 tahun. Kamali berharap mereka dapat diberikan kesempatan untuk berhaji bersama.
"Ini semua panggilan Allah. Mudah-mudahan tidak ada halangan dan kami menjadi haji yang mabrur dan mabruroh," jelasnya.
Umam sendiri menjadi jemaah haji termuda yang berangkat ke Tanah Suci dari kloter 1 Sumsel embarkasi Palembang. Sebagai orangtua, Kamali mengaku bahagia.
"Untuk anak saya menjadi jemaah yang termuda dari Kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu) Timur," jelasnya.
2. Teman-teman di pesantren banyak titip doa

Kamali merupakan petani sawah dan sawit di Buay Madang Timur, OKU Timur. Ia juga mengelola pesantren Al Furqon di Buay Madang Timur, di kampungnya.
Sementara itu, Umam saat ini masih berstatus sebagai santri di Pondok Pesantren Lirboyo setingkat SMA. Ia mendapat izin dari pesantren untuk menunaikan ibadah haji dan akan melanjutkan pendidikannya setelah kembali.
"Persiapannya lebih banyak ngaji. Teman-teman juga minta didoakan," jelas Umam.
Ia mengaku bersyukur bisa berangkat di usia muda, setelah sebelumnya sempat tertunda karena belum genap 18 tahun pada jadwal keberangkatan tahun lalu.
"Alhamdulillah sekarang bisa berangkat. Harapannya sehat dan menjadi haji yang mabrur," jelasnya.
3. Umam ingin meneruskan usaha keluarga

Sebagai seorang santri, Umam berharap dapat melanjutkan usaha sang ayah di berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga perkebunan. Di usianya yang masih muda, ia telah memiliki tekad untuk meneruskan dan mengembangkan usaha keluarga.
"Inginnya jadi bos sawit," jelasnya.

















