PSEL Keramasan Palembang Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

Pemerintah Kota Palembang menargetkan PSEL Keramasan beroperasi Oktober 2026 dengan progres pembangunan mencapai 81 persen dan dampak positif bagi masyarakat lokal.
PSEL diharapkan mampu mengurangi volume sampah harian, menghasilkan energi listrik ramah lingkungan, serta membuka lapangan kerja bagi warga lokal dan pelaku usaha kecil.
Proyek ini merupakan instruksi Presiden Prabowo, didukung sinergi pemerintah pusat-daerah dan pihak swasta untuk mempercepat pembangunan serta mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan di Palembang.
Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang menargetkan operasional Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) di Jalan Keramasan, Kertapati, bisa berjalan pada Oktober 2026. Target tersebut seiring dengan progres pembangunan yang diklaim sudah terealisasi hingga 81 persen.
"Proyek ini berskala nasional, tapi akan memiliki dampak nyata bagi masyarakat lokal," ujar Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Rabu (22/4/2026).
1. Sampah dari OI dan Banyuasin disebut jadi potensi bahan baku terbanyak

Sementara, kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Akhmad Mustain, berdasarkan hasil tinjauan ke lokasi bersama Director Investment Danantara Indonesia, Fadli Rahman, serta pihak ketiga penanggung jawab pembangunan PSEL, Manager PT Indo Green Power, Satriawan Ming, pada 20 April 2026, pemkot optimistis target operasional berjalan lancar tanpa hambatan.
"Kami optimis target tercapai melalui kolaborasi dengan kabupaten penyangga. Sebab sampah dari Ogan Ilir dan Banyuasin sangat menjanjikan. Kami sudah berkomunikasi secara lisan. Masalah tenaga kerja juga akan kami dorong sebanyak-banyaknya dari warga lokal, tentunya sesuai kriteria teknis dari pengembang," jelas dia.
2. Klaim PSEL jadi pusat energi listrik dan limbah fungsional terbaik

Diketahui sebelumnya, apabila PSEL di Keramasan Palembang siap operasional, volume sampah harian diklaim bisa berkurang dan sampah yang masih berpotensi daur ulang bisa menjadi bahan baku pembangkit energi listrik yang ramah lingkungan.
Selain itu, melalui proyek PSEL Palembang, pemerintah juga berharap dapat menyerap tenaga kerja baru sehingga membantu menekan tingkat pengangguran di Bumi Sriwijaya.
Harapannya, tenaga kerja di lingkungan PSEL ke depan bisa dari SDM lokal termasuk keterlibatan pelaku usaha kecil dalam menjaga lingkungan tidak tercemar. Serta tenaga lokal yang dipersiapkan juga bisa menyedoakan fasilitas bagi pelajar untuk edukasi pengelolaan sampah modern.
"Kalau ini terwujud, Palembang akan memiliki pusat energi listrik dari limbah yang tidak hanya fungsional, tapi juga membanggakan secara performa dan estetika," jelas Mustain.
3. Persiapkan tenaga kerja lokal untuk mekanisme pengelolaan sampah di Keramasan

Director Investment Danantara Indonesia, Fadli Rahman, menambahkan, proyek PSEL merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo. Beliau menyatakan bahwa pengelolaan sampah di daerah adalah prioritas mendesak yang harus dikejar.
Sebelumnya, Kota Palembang sudah terpilih sebagai wilayah yang mampu bertransformasi dari regulasi lama. Yakni berdasarkan kebijakan Perpres 35/2018, Palembang bisa beralih terhadap pengembangan energi ramah lingkungan dengan skema pembangunan lebih mutakhir.
"Kami dari Danantara bergerak cepat bersama pemkot. Kami targetkan realisasi peralihan ini tuntas tahun ini, sehingga pengelolaan sampah di Palembang dan sekitarnya berlangsung berkelanjutan, lingkungan asri, dan ekonomi warga meningkat," jelasnya.
Lebih lanjut kata Manager PT Indo Green Power, Satriawan Ming, pihaknya juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah yang sangat solid. Dia berkomitmen, mempercepat pembangunan agar manfaat ekonomi dan lingkungan segera dirasakan masyarakat.
"Khusus persiapam tenaga kerja, kita sudah melatih tenaga kerja lokal," jelas dia.


















