2 Jemaah Haji Kloter Pertama Sumbar Batal Berangkat, Ini Penyebabnya

- Dua jemaah haji asal Sumatra Barat batal berangkat karena salah satunya sakit, sementara anaknya menunda keberangkatan untuk merawat sang ayah.
- Kakanwil Kementerian Haji dan Umroh Sumbar menyebut dua kursi kosong akan diisi pada kloter berikutnya jika kondisi jemaah sudah membaik dan lolos pemeriksaan kesehatan.
- Total jemaah yang diberangkatkan pada kloter pertama menjadi 391 orang, seluruhnya telah menerima kartu nusuk untuk pemeriksaan saat tiba di Madinah.
Padang, IDN Times - Dua jemaah haji kloter pertama Sumatra Barat batal berangkat ke tanah suci pada pemberangkatan pertama yang dijadwalkan besok, Jumat (24/4/2026).
"Ada dua jemaah yang tidak jadi berangkat pada kloter pertama ini," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umroh Sumatra Barat, M Rifki, Kamis (23/4/2026).
Ia mengatakan, saat ini jemaah haji kloter pertama Sumatra Barat sudah berada di asrama haji Padang dan siap untuk diberangkatkan keesokan harinya.
1. Alasan gagal berangkat

Rifki mengatakan, dua jemaah haji yang batal berangkat pada kloter pertama tersebut lantaran salah satunya mengalami sakit yang membuatnya tidak bisa naik pesawat.
"Jemaah ini ayah dan anak. Karena ayahnya sakit, sang anak harus ditunda keberangkatannya karena merawat ayahnya terlebih dahulu," katanya.
Ia mengatakan, sang ayah masih dalam perawatan di rumah sakit dan menunggu keadaannya membaik, kemudian diatur keberangkatannya.
2. 2 kursi kosong keberangkatan

Menurut Rifki saat ini terdapat dua kursi kosong saat keberangkatan yang dilakukan pukul 01.00 WIB dini hari nanti. "Untuk dua jemaah tersebut kalau keadaannya sudah membaik dan sudah dilakukan pengecekan kesehatan dan dipastikan bisa berangkat, akan kami atur keberangkatan dengan kloter lainnya," katanya.
Menurutnya, keduanya akan diberangkatkan jika terdapat bangku kosong di kloter selanjutnya yang tersisa 13 kloter lagi.
3. Akan berangkatkan 391 jemaah

Rifki mengatakan, berkurangnya dua jemaah tersebut membuat jumlah jemaah yang diberangkatkan berkurang menjadi 391 orang.
"Untuk jemaah yang akan berangkat ini semuanya sudah menerima kartu nusuk yang akan diperiksa kembali nanti saat sampai di Madinah," katanya.


















