Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Antisipasi Lonjakan Kasus Campak di Palembang, Ini Mitigasi Dinkes

Antisipasi Lonjakan Kasus Campak di Palembang, Ini Mitigasi Dinkes
Kepala Dinkes Palembang Fenty Aprina (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Dinas Kesehatan Palembang menyiapkan strategi mitigasi setelah lonjakan kasus campak pada awal 2026, dengan fokus pada penguatan edukasi dan imunisasi masyarakat.
  • Program imunisasi rutin dan kejar digencarkan bagi anak usia 9 hingga 59 bulan untuk membentuk kekebalan kelompok dan menekan risiko penularan campak.
  • Kolaborasi Dinkes dan RSMH melalui program Imunicare memperluas layanan vaksinasi lintas usia serta edukasi kesehatan agar kesadaran imunisasi meningkat di kalangan masyarakat umum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Kasus campak di Kota Palembang menunjukkan tren kenaikan pada Maret lalu. Bahkan pada awal 2026, kasus campak sempat berada pada puncak penularan di minggu epidemiologi kesembilan saat momen Idul Fitri.

Melihat kasus itu, Dinas Kesehatan Kota Palembang menyiapkan mitigasi dan strategi penguatan kesehatan di lingkungan masyarakat untuk menekan angka penyebaran campak sekaligus mengupayakan lonjakan kasus tak berulang.

"Tren kasus campak sempat mengalami lonjakan pada awal tahun, sebelum akhirnya menunjukkan penurunan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Dokter Fenty Apriana saat berada di RSMH Palembang, Kamis (23/4/2026).

1. Kasus campak diklaim menurun karena imunisasi masif

7dd337f2-e77d-4f0f-a7de-8a5b0cb6027b.jpeg
Pasien anak pada kasus campak. (IDN Times/Teri).

Menurutnya, langkah strategis dalam menekan kasus campak di Palembang adalah konsisten menggelar serta mengedukasi masyarakat soal pentingnya melakukan imunisasi, khususnya pada bayi hingga usia balita mulai dari 9 bulan.

"Berkat intervensi imunisasi yang dilakukan secara masif dan terarah, saat ini tren kasus mulai melandai," kata dia.

2. RSMH-Dinkes sediakan program Imunicare lintas usia

Layanan kesehatan RSMH Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Layanan kesehatan RSMH Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Fenty menyampaikan, strategi yang dilakukan tidak hanya melalui imunisasi rutin, tetapi juga pemberian imunisasi kejar atau catch-up immunization bagi anak balita hingga usia 59 bulan. Harapannya, agar imunitas anak terbentuk segera dan membangun kekebalan kelompok usia rentan dengan program herd immunity.

"Apabila kekebalan terbentuk, penularan (kasus campak) diharapkan bisa diminalisir," ujarnya.

Diketahui, selain mendorong imunisasi campak diberikan pada bayi dan anak, Dinkes Palembang juga memperluas akses layanan kesehatan lewat pemberian layanan imunisasi bagi masyarakat lintas usia melalui program Imunicare di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin (RSMH).

Program Imunicare yang baru dirilis itu tak hanya menghadirkan layanan vaksinasi, tetapi juga edukasi melalui webinar. Program tersebut merupakan kolaborasi pemerintah kota serta pihak rumah sakit rujukan terbesar di Palembang.

3. Layanan Imunicare tak hanya untuk vasinasi campak

Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang (Dok: RSMH)
Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang (Dok: RSMH)

Sementara kata Direktur Layanan Operasional RSMH Palembang, Dokter Rahmadian, harapan ke depan dengan adanya pergeseran paradigma dalam pelayanan vaksinasi yang kini tak lagi terbatas pada anak-anak, masyarakat bisa memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan serta menciptakan imunitas tubuh lewat vaksinasi.

“Selama ini vaksin identik dengan anak-anak melalui posyandu. Padahal, orang dewasa juga memiliki kebutuhan imunisasi, seperti vaksin influenza, hepatitis, atau vaksin untuk kelompok berisiko tertentu agar tidak mengalami komplikasi berat," jelas Rahmadian.

Dia menyampaikan, melalui kolaborasi dengan Imunicare, RSMH kini menyediakan layanan vaksinasi komprehensif bagi masyarakat umum di lantai 3, mencakup imunisasi anak hingga dewasa.

Lebih lanjut, RSMH juga memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai komunitas pasien, seperti komunitas kanker payudara, talasemia, pasien hemodialisis, hingga epilepsi, sebagai upaya pendekatan layanan kesehatan berbasis komunitas

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More