PPIH Larang Jemaah Haji Sumsel Jajan Sembarang Selama di Asrama

- PPIH Sumsel melarang jemaah haji membeli makanan sembarangan selama masa karantina 24 jam di Asrama Haji untuk menjaga kesehatan sebelum keberangkatan.
- Seluruh asupan gizi jemaah dipantau langsung oleh tim medis agar higienitas dan kondisi tubuh tetap prima hingga tiba di Tanah Suci.
- Selain karantina, jemaah juga mendapat pembekalan manasik guna memperkuat kesiapan mental dan spiritual sebelum berangkat ke Madinah.
Palembang, IDN Times - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sumatra Selatan melarang jemaah konsumsi makanan sembarang dan tidak boleh jajan selama di Asrama Haji. Bagi jemaah yang sudah masuk asrama, wajib mengikuti semua aturan berlaku hingga keberangkatan berlangsung.
"Sebelum terbang, seluruh jemaah diwajibkan menjalani masa karantina selama 24 jam di lingkungan asrama," ujar Ketua PPIH Embarkasi Palembang, M. Arkan Nurwahiddin, Rabu (22/4/2026).
1. PPIH jamin higienitas asupan jemaah haji

Dia mengatakan, larangan ditetapkan agar semua jemaah dalam kondisi sehat sebelum berangkat ke Tanah Suci hingga berada di dalam maskapai menuju Arab Saudi. Lebih lanjut kata Arkan, PPIH akan sterilisasi seluruh jemaah termasuk larangan konsumsi makanan dari luar asrama.
"Agar jemaah terjamin higienitas asupannya dan tidak terjadi gangguan kesehatan jelang keberangkatan," kata dia.
2. Jemaah haji dipantau langsung tim medis

PPIH jelasnya, bertanggung jawab penuh terhadap kesehatan jemaah dan panitia dituntut fokus melindungi jemaah. Harapannya, pelaksanaan karantina di Asrama Haji, seluru jemaah bisa menjalani istirahat total.
"Termasuk menjaga asupan gizi jemaah yang langsung dipantau oleh tim medis," jelas Arkan.
3. Jemaah haji diberi materi spiritual sebelum menuju Tanah Suci

Lebih lanjut, katanya, para jemaah juga dibekali dengan materi pemantapan manasik di asrama haji. Sesi tersebut, jelas Arkan, menjadi momen krusial untuk mengulas kembali tata cara ibadah secara detail, sehingga jemaah memiliki kesiapan mental.
"Serta kesiapan spiritual yang matang sebelum menginjakkan kaki di Madinah," kata dia.


















