Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Tri Yulia Rizki: Sosok Kartini di Balik 40 Dapur MBG Sumsel

Mengenal Tri Yulia Rizki: Sosok Kartini di Balik 40 Dapur MBG Sumsel
Dok. Pribadi Tri Yulia Rizki Ananda untuk IDN Times
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Tri Yulia Rizki Ananda menjadi pelopor pembangunan 40 dapur Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan untuk mendukung upaya penurunan stunting dan peningkatan gizi anak-anak.
  • Rizki menghadapi tantangan membangun kepercayaan masyarakat terhadap program MBG, dengan menekankan pentingnya kualitas, keamanan pangan, serta pelatihan higienis bagi seluruh mitra pengelola dapur.
  • Program MBG kini menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya semangat belajar anak penerima manfaat dan terbukanya lapangan kerja baru bagi warga sekitar di berbagai daerah Sumsel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan proyek strategis Presiden RI Prabowo Subianto kini masih terus dikembangkan, termasuk proses pembangunan dapur MBG di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatra Selatan.

Di balik berdirinya 17 ribu dapur MBG di Indonesia di 38 provinsi, nama Tri Yulia Rizki Ananda mengambil bagian sebagai salah satu pelopor pendiri dapur MBG Sumsel. Perempuan kelahiran 21 Juli 1984 ini merupakan Owner Catering CV. TYRA sejak tahun 2012.

Tri Yulia Rizki Ananda mendorong pembangunan 40 titik dapur MBG di seluruh kabupaten/kota di Sumsel. Sejumlah titik tersebut termasuk di Lubuk Linggau, Empat Lawang dan Palembang. Dapur-dapur itu juga dikelola oleh berbagai yayasan legal yang bertanggung jawab terhadap distribusi ribuan paket menu MBG.

1. Tri Yulia Rizki Ananda termotivasi memperbaiki stunting dari MBG

IMG-20260420-WA0047.jpg
Dok. Pribadi Tri Yulia Rizki Ananda untuk IDN Times

Pengelolaan dapur MBG yang dipelopori oleh Tri Yulia Rizki Ananda sudah beroperasi sejak 6 Januari 2025. Dia dalam tugasnya rutin mengecek dan memantau seluruh titik dapur agar penerima manfaat MBG mendapatkan menu serta makanan layak konsumsi.

"Motivasi awal kami adalah stunting. Kami ingin meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus menurunkan angka stunting di Sumsel," kata dia.

2. Sulit mendapatkan kepercayaan saat awal MBG berjalan

IMG_20260420_174100.jpg
Dok. Pribadi Tri Yulia Rizki Ananda untuk IDN Times

Dirinya bercerita, di awal proses pengelolaan puluhan dapur yang ia pantau cukup banyak mengalami jalan terjal. Perempuan yang akrab disapa Rizki ini mengaku sulit membangun kepercayaan dan kolaborasi, khususnya dalam gerakan sosial berbasis pangan.

"Tantangan terbesar datang dari masyarakat itu sendiri. Di lapangan yang paling sulit adalah bagaimana masyarakat bisa menerima dan mau bekerja sama dengan program ini (MBG)," jelasnya.

Rizki menyebut bahwa fondasi utama untuk membangun kepercayaan adalah tekad kuat. Sebab katanya, untuk meyakinkan publik terhadap program MBG butuh konsistensi dalam menjaga kualitas menu. Menurutnya, MBG bukan hanya soal distribusi makanan, melainkan keamanan yang terjamin.

"Setiap mitra yang terlibat mendapatkan pelatihan khusus, mulai dari penanganan makanan, sertifikasi higienis, hingga standar halal," kata dia.

3. Berharap program MBG tidak hanya berjalan dalam jangka pendek

Dapur MBG
Aktivitas di salah satu dapur MBG Palembang (Dok. Kominfo Palembang)

Lebih lanjut, Rizki menyampaikan meski di awal sempat mengalami sejumlah persoalan, kini perlahan-lahan program MBG menunjukkan tren positif. Lewat MBG, kata dia, penerima manfaat mulai merasakan dampak baik.

"Anak-anak yang menjadi penerima manfaat menunjukkan perubahan positif, mulai dari meningkatnya semangat belajar hingga kehadiran yang lebih rutin di sekolah," katanya.

Di sisi lain, program MBG juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar dan turut membantu mengurangi angka pengangguran di Sumsel.

"Dapur MBG tidak hanya memasak, tetapi juga menjaga standar kesehatan agar makanan yang disajikan tetap steril hingga sampai ke tangan penerima manfaat," jelas dia.

Dia berharap, program MBG tidak berhenti sebagai gerakan jangka pendek, tetapi berkembang menjadi solusi berkelanjutan dalam memperbaiki kualitas generasi muda.

“Harapan kami sederhana, program ini bisa terus berjalan dan memberi dampak nyata, agar anak-anak tumbuh sehat dan punya masa depan lebih baik,” kata dia.

4. Pengalaman karir Tri Yulia Rizki Ananda

Wakil Wali Kota Palembang Prima saat meresmikan dapur MBG wilayah Gandus (Dok. Kominfo Palembang)
Wakil Wali Kota Palembang Prima saat meresmikan dapur MBG wilayah Gandus (Dok. Kominfo Palembang)

Pengalaman karir Tri Yulia Rizki Ananda

  • Tahun 2006-2012
    Kepala Keuangan PT Muba Electric Power
  • Tahun 2012-sekarang
    Owner Catering CV. TYRA

Organisasi

  • Ketua DPW Gapembi Provinsi Sumsel, 2025-2030
  • Ketua Yayasan Vieki Indira Sriwijaya, 2024-sekarang
  • Sekretaris DPD PPJI Sumatera Selatan, 2022-2027
  • Sekretaris DPD Jari Raya, 2023-2024
  • Sekretaris DPD Ika Boga Sumatera Selatan, 2017-2022

Sertifikasi

  • Sertifikat pelatihan regulasi serta penerapan HACCP dalam upaya peningkatan keamanan makanan bagi penyelenggara jasa boga
  • Sertifikat to IGA National Seminar in Economic Diplomacy Gastrodiplomacy Sertifikat kegiatan Bimtek Bidang Pariwisata di Kota Palembang
  • Sertifikat Hygiene Sanitasi Makanan Sertifikat kompetensi bidang pariwisata Pelayanan Pelanggan Berkualitas
  • Sertifikat Penjamah Makanan

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More