Seorang Balita di Musi Banyuasin Meninggal Akibat ISPA

Balita berusia 2 tahun 4 bulan di Musi Banyuasin meninggal setelah dirawat di RSUD Sungai Lilin; diagnosis dokter mencatat gagal napas terkait epileptikus dan bronkopneumonia.
Musi Banyuasin mencatat 4.258 kasus ISPA pada 1-22 Oktober 2026, terbanyak kedua di Sumsel setelah Palembang, serta 57 kasus pneumonia selama Oktober.
Kasus ISPA Sumsel mencapai 438.120 sepanjang Januari-22 Oktober 2026, dengan peningkatan sejak Agustus di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan.
Musi Banyuasin, IDN Times - Seorang anak berusia 2 tahun 4 bulan asal Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan (Sumsel), meninggal dunia setelah mengalami gangguan pernapasan. Peristiwa ini terjadi di tengah tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut akibat kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data Dinkes Sumsel, korban sempat mendapat penanganan di Puskesmas Sungai Lilin sebelum dirujuk ke RSUD Sungai Lilin pada 15 Oktober 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, setelah menjalani perawatan selama beberapa jam, pasien dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.37 WIB.
"Hasil diagnosa dokter, pasien mengalami gagal napas yang berkaitan dengan epileptikus dan bronkopneumonia," Jumat (23/10/2026).
1. Muba catat kasus kedua terbanyak paparan ISPA

Ilustrasi meninggal (IDN Times/Sukma) Ira menjelaskan, Kabupaten Musi Banyuasin menempati posisi kedua dengan jumlah kasus ISPA terbanyak di Sumsel setelah Kota Palembang. Data Dinkes Sumsel mencatat selama periode 1-22 Oktober 2026, jumlah penderita ISPA di Muba mencapai 4.258 kasus. Sementara itu, Palembang berada di urutan pertama dengan total 11.991 kasus.
"ISPA yang diderita pasien merupakan penyakit penyerta," bebernya.
2. Muba Catat 57 Kasus Pneumonia Selama Oktober

Ilustrasi Anak penyakit ISPA. (IDN Times/Anjani Asra) Selain ISPA, jumlah kasus pneumonia di Muba juga tergolong tinggi. Kabupaten tersebut menempati posisi ketiga dengan kasus pneumonia terbanyak di Sumsel, setelah Palembang dan Lubuklinggau. Sepanjang Oktober 2026, tercatat 57 kasus pneumonia di Muba dari total 398 kasus yang dilaporkan di seluruh wilayah Sumsel.
Pneumonia merupakan salah satu jenis infeksi saluran pernapasan yang menyerang jaringan paru-paru. Dalam pengertian luas, ISPA mencakup infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas maupun bawah, termasuk infeksi yang menyerang paru-paru.
3. Kasus ISPA di Sumsel tahun ini

Kabut Asap dan ISPA Meningkat di Indonesia (gambar dibuat oleh ai) Sementara, untuk di Sumsel kasus ISPA tercatat mencapai 438.120 kasus sepanjang Januari-Oktober 2026. Jumlah penderita mengalami peningkatan pada periode Agustus hingga Oktober, bertepatan dengan meningkatnya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tren kenaikan berlanjut pada September 2026 dengan total 52.483 kasus. Angka tersebut bertambah sekitar 11,7 persen dibandingkan Agustus. Sementara itu, selama 1-22 Oktober 2026, Dinkes Sumsel mencatat 36.929 kasus ISPA.
"Secara akumulasi, kasus ISPA di Sumsel dari Januari sampai 22 Oktober kemarin sebanyak 438.120 kasus dan sejak Agustus sampai hari kemarin mengalami peningkatan," jelasnya.






















