Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Waspada! Kasus DBD di Sumsel Berpotensi Melonjak Pasca Kemarau El Nino

Kota Palembang
2 min read
Waspada! Kasus DBD di Sumsel Berpotensi Melonjak Pasca Kemarau El Nino
Ilustrasi pasien DBD dirawat (IDN Times/ Riyanto)
  • Dinas Kesehatan Sumsel mengantisipasi lonjakan kasus DBD pasca-kemarau El Nino, karena perubahan cuaca memengaruhi fluktuasi dengue sepanjang tahun.

  • Kenaikan suhu dapat mempercepat siklus nyamuk dan frekuensi mengisap darah, sementara kekeringan mendorong penampungan air yang berisiko menjadi tempat berkembang biak Aedes aegypti.

  • Hingga 10 Oktober 2026, Sumsel mencatat 3.424 kasus DBD dan 18 kematian; hujan sedang hingga tinggi pada November–Desember turut diwaspadai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Dinas Kesehatan Sumatra Selatan memprediksi pasca musim kemarau El Niño kali ini kasus demam berdarah dengue (DBD) berpotensi melonjak signifikan.

"Sumsel mengantisipasi kemungkinan kenaikan kasus," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, Kamis (22/10/2026).

  1. 1. El nini berdampak pada suhu tinggi dan kekeringan

    Pasien DBD menjalani perawatan di ruang rawat inap RSUD Caruban dengan tempat tidur dan peralatan medis di sekitarnya.
    Pasien DBD saat jalani perawatan di RSUD Caruban. IDN Times/ Riyanto

    Menurutnya, perubahan cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi fluktuasi kasus dengue sepanjang tahun.

    “El Nino berpotensi meningkatkan risiko cuaca ekstrem di berbagai wilayah termasuk kekeringan dan peningkatan suhu,” katanya.

  2. 2. Kekeringan dorong warga tampung air dan picu jentik nyamuk berkumpul

    Petugas melakukan fogging di kawasan permukiman Jakarta Selatan sebagai langkah mengantisipasi wabah demam berdarah dengue.
    Fogging untuk mengantisipasi wabah DBD di Jakarta Selatan. (IDN Times/Dwi Agustiar)

    Lebih lanjut, Ira menyampaikan, kenaikan suhu dapat mempercepat siklus hidup nyamuk dan meningkatkan frekuensi mengisap darah.  Kemudian katanya, kekeringan berpotensi menyulitkan masyarakat memperoleh air bersih sehingga mendorong kebiasaan menampung air untuk persediaan.

    "Jika tidak dikelola dengan baik, wadahnya dapat menjadi tempat perindukan nyamuk (Aedes aegypti)," kata dia.

  3. 3. Kasus DBD Sumsel sudah tembus 3 ribu

    Ilustrasi pasien demam berdarah dengue (DBD) sebagai representasi kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan medis.
    ilustrasi pasien DBD (pexels.con/Anna Shvets)

    Sementara berdasarkan data per 10 Oktober 2026 dari awal tahun, kasus DBD Sumsel telah mencapai 3.424 dengan kematian hingga 18 kasus.

    “Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan sepanjang 2025, yang mencatat 4.436 kasus dengan 20 kematian,” jelasnya.

    Sejauh ini, Dinkes juga memperkirakan curah hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi mulai terjadi pada November–Desember 2026. Berdasarkan tren beberapa tahun terakhir, kondisi tersebut menjadi bagian dari kewaspadaan terhadap potensi kenaikan kasus setelah periode El Niño.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More