Harga Emas Palembang Anjlok saat Dolar AS Menguat

Harga emas di Palembang pada 23 Oktober 2026 turun untuk perhiasan dan batangan saat rupiah melemah hingga lebih dari Rp18 ribu per dolar AS.
Harga emas Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2.540.000 per gram, sedangkan perhiasan turun Rp100 ribu menjadi Rp13,6 juta per suku atau 6,7 gram.
Pengamat menilai pergerakan harga emas dipengaruhi penawaran, permintaan, inflasi global, dan kondisi ekonomi dunia; permintaan tinggi dapat mendorong harga naik.
Palembang, IDN Times - Harga emas Palembang pada 23 Oktober 2026 kompak mengalami penurunan pada perhiasan maupun batangan. Penurunan itu terasa signifikan saat nilai rupiah hari ini melemah di angka lebih dari Rp18 ribu per dolar AS.
Bahkan, harga Antam terpantau anjlok Rp10 ribu per gram menjadi Rp2.540.000 dari sebelumnya Rp2.550.000. Sementara khusus perhiasan, harga turun Rp100 ribu per suku setara 6,7 gram menjadi Rp13,6 juta dari sebelumnya Rp13,7 juta sesuku.
1. Permintaan emas cenderung konsisten

Ilustrasi emas perhiasan (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Menurut pengamat ekonomi Sumatra Selatan sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Rahayu, faktor emas tak goyah dan stabil dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan di pasar yang juga konsisten.
"Kenaikan harga emas dipengaruhi permintaan, faktor supply-demand. Jika harga stabil dalam jangka panjang, artinya permintaan cenderung konsisten," katanya, dikonfirmasi IDN Times.
2. Permintaan pasar memengaruhi harga emas

Ilustrasi transaksi pembelian emas perhiasan di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Sementara itu, kata Pengamat Ekonomi dari Universitas Sriwijaya, Soekanto Sairuki, fluktuasi dan kestabilan harga emas juga dipengaruhi oleh inflasi ekonomi dunia dan faktor permintaan di pasaran. Harga emas naik bila permintaan tinggi dan begitu sebaliknya. Namun, meski harga emas turun, ekonomi daerah tetap berpotensi terdampak inflasi global.
"Harga emas dipengaruhi oleh kondisi penawaran dan permintaan," kata dia.






















