7 Oleh-Oleh Khas Palembang yang Cocok Dibawa Pulang

Palembang menawarkan tujuh pilihan oleh-oleh, mencakup kuliner populer, camilan tradisional, kue khas, hingga kain songket bernilai budaya.
Pempek, kemplang, serta kerupuk ikan dan udang menjadi pilihan gurih yang praktis, dengan kemasan dan penyimpanan perlu diperhatikan selama perjalanan.
Lempok durian, kue maksuba, kue delapan jam, dan songket menghadirkan alternatif manis maupun suvenir tahan lama dengan karakter khas Palembang.
Palembang, IDN Times - Berkunjung ke Palembang, Sumatra Selatan, rasanya kurang lengkap jika pulang tanpa membawa oleh-oleh. Selain dikenal dengan kuliner pempeknya, Kota Pempek ini juga memiliki beragam buah tangan yang bisa dibagikan kepada keluarga, teman, hingga rekan kerja.
Pilihan oleh-oleh khas Palembang pun cukup beragam. Ada makanan tradisional dengan cita rasa gurih, camilan yang cocok dinikmati bersama keluarga, hingga kerajinan tangan yang bisa dijadikan kenang-kenangan.
Bagi kamu yang sedang merencanakan perjalanan ke Palembang atau mencari buah tangan untuk orang terdekat, berikut tujuh oleh-oleh khas Palembang yang dirangkum IDN Times dan bisa masuk ke daftar belanja kamu.
1. Pempek, kuliner khas Palembang yang paling populer

Salah satu toko pempek di 26 Ilir. (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Berbicara tentang oleh-oleh Palembang, pempek tentu menjadi salah satu pilihan utama. Makanan berbahan dasar ikan dan tepung sagu ini memiliki tekstur kenyal dengan cita rasa gurih. Pempek biasanya disajikan bersama kuah cuko yang memiliki perpaduan rasa asam, manis, pedas, dan gurih. Jenisnya pun beragam, mulai dari pempek kapal selam yang berisi telur, lenjer, adaan, hingga kulit.
Untuk dijadikan oleh-oleh, kamu bisa memilih pempek yang dikemas dalam kondisi beku atau dalam kemasan khusus perjalanan. Namun, perhatikan petunjuk penyimpanan dan daya tahannya agar kualitas makanan tetap terjaga sampai tujuan.
2. Kemplang, camilan gurih teman bersantai

kemplang panggang khas Palembang (instagran.com/oleh2kamilah) Selain pempek, kemplang juga bisa menjadi pilihan buah tangan dari Palembang. Camilan berbahan dasar ikan ini dikenal dengan teksturnya yang renyah dan aroma ikan yang khas. Kemplang umumnya tersedia dalam bentuk mentah maupun matang.
Kemplang panggang menjadi salah satu pilihan favorit karena menawarkan sensasi gurih dengan aroma khas hasil pemanggangan. Camilan ini cocok dibawa pulang karena relatif praktis untuk dibagikan kepada banyak orang. Kamu juga bisa memilih kemplang yang dilengkapi dengan sambal sebagai pelengkap rasa pedas.
3. Kerupuk ikan dan kerupuk udang

ilustrasi kerupuk ikan (commons.wikimedia.org/ Sakurai Midori) Kerupuk menjadi pilihan lain bagi wisatawan yang ingin membawa pulang camilan khas Palembang. Produk ini tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, dengan bahan baku yang antara lain berasal dari ikan atau udang. Kerupuk ikan memiliki cita rasa gurih yang khas, sedangkan kerupuk udang menawarkan aroma dan rasa udang yang cukup kuat.
Beberapa jenis kerupuk dijual dalam kondisi mentah sehingga bisa digoreng sendiri di rumah. Ada pula yang sudah matang dan siap disantap. Jika ingin membawanya sebagai oleh-oleh, pilih kemasan yang tertutup rapat agar kerupuk tidak mudah melempem selama perjalanan.
4. Lempok durian, camilan manis dengan aroma khas

lempok durian (instagram.com/pempektintinplg) Bagi pencinta durian, lempok bisa menjadi alternatif oleh-oleh yang menarik. Panganan tradisional ini dibuat dari daging buah durian yang diolah bersama gula hingga menghasilkan tekstur padat dan kenyal. Lempok memiliki rasa manis dengan aroma durian yang cukup kuat.
Bentuknya sekilas menyerupai dodol, tetapi karakter rasa duriannya menjadi ciri khas tersendiri. Selain cocok dinikmati sebagai camilan, lempok juga bisa dijadikan buah tangan bagi keluarga atau teman yang menyukai olahan durian.
5. Kue maksuba, sajian manis khas Palembang

kue maksuba khas Palembang (instagram.com/palembangharum) Kue maksuba merupakan salah satu kue tradisional Palembang yang kerap hadir dalam acara keluarga dan perayaan tertentu. Kue ini dikenal memiliki tekstur lembut, rasa manis, serta tampilan berlapis yang menjadi ciri khasnya. Bahan yang digunakan umumnya meliputi telur, gula, dan susu kental manis, dengan resep yang dapat berbeda antarpembuat.
Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan karena setiap lapisan dipanggang secara bertahap. Hal tersebut membuat maksuba menarik untuk dijadikan buah tangan bagi orang yang ingin mencicipi kue tradisional khas Palembang. Karena teksturnya cenderung lembut, pastikan kue dikemas dengan baik agar tidak rusak selama perjalanan. Perhatikan juga ketahanan produk, terutama jika perjalanan memakan waktu lama.
6. Kue delapan jam, kue tradisional dengan proses pembuatan unik

Kue delapan jam, kue basah khas Palembang (IDN Times/Dok. Foods.id) Sesuai namanya, kue delapan jam dikenal karena proses pematangannya yang memerlukan waktu panjang, yakni sekitar delapan jam dalam resep tradisionalnya. Kue ini memiliki tekstur lembut dan padat dengan rasa manis. Bahan utamanya umumnya berupa telur, gula, dan susu kental manis.
Kue delapan jam juga memiliki tempat tersendiri dalam tradisi kuliner Palembang dan kerap disajikan pada momen istimewa.
Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang sesuatu yang berbeda dari pempek atau kerupuk, kue ini bisa menjadi pilihan. Namun, sebaiknya pesan atau beli dari penjual yang menyediakan kemasan khusus agar kue tetap utuh selama perjalanan.
7. Kain songket Palembang, buah tangan bernilai budaya

ilustrasi pembuatan kain songket Palembang (instagram.com/Dinas Pariwisata Kota Palembang) Oleh-oleh khas Palembang tidak selalu berupa makanan. Jika ingin membawa pulang sesuatu yang bisa digunakan dalam jangka panjang, kain songket dapat menjadi pilihan.
Songket Palembang dikenal dengan motif dekoratif dan penggunaan benang berwarna emas atau perak pada sejumlah jenis kainnya. Kain ini memiliki hubungan erat dengan tradisi dan kebudayaan masyarakat Sumatra Selatan.
Songket dapat dijadikan bahan pakaian, aksesori, atau koleksi pribadi. Pilihan produknya juga beragam, mulai dari kain songket hingga suvenir dengan motif yang terinspirasi dari songket. Harga songket bergantung pada bahan, motif, teknik pembuatan, dan tingkat kerumitan pengerjaannya. Karena itu, sesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan anggaran.























