Warga Ogan Ilir Temukan Benda Diduga Mortir 1,3 Meter Saat Gali Parit

- Operator alat berat menemukan benda diduga mortir sepanjang 1,3 meter dan lebar 60 sentimeter saat menggali kanal di perkebunan sawit Desa Tanjung Pule, Ogan Ilir.
- Warga menduga benda berbobot ratusan kilogram itu peninggalan zaman penjajahan, namun jenis dan asal-usulnya belum dipastikan; temuan serupa pernah muncul di area perkebunan tersebut.
- Polres Ogan Ilir meminta warga tidak menyentuh atau memindahkan benda itu sambil menunggu pemeriksaan, karena warga masih khawatir meski informasi awal menyebut benda tersebut dinilai aman.
Ogan Ilir, IDN Times - Warga Desa Tanjung Pule, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir dikagetkan dengan temuan benda diduga mortir berukuran raksasa saat aktivitas penggalian kanal di area perkebunan kelapa sawit pada Senin, 19 Oktober 2026.
Benda menyerupai mortir tersebut pertama kali ditemukan oleh operator alat berat yang sedang melakukan penggalian tanah untuk pembuatan parit atau kanal perkebunan. Saat ditemukan, benda tersebut berada dalam posisi tegak di dalam tanah, dengan panjang sekitar 1,3 meter dan lebar 60 sentimeter. Operator alat berat kemudian mengangkatnya ke permukaan dan membiarkannya tergeletak sembari menunggu kedatangan pihak berwenang.
1. Warga menduga mortir itu merupakan peninggalan zaman penjajahan

Ilustrasi peluru mortir. (Dok. IDN Times) Kaur Pemerintahan Desa Tanjung Pule, Heri, mengatakan benda tersebut diperkirakan memiliki berat hingga ratusan kilogram. Warga menduga mortir itu merupakan peninggalan zaman penjajahan, meskipun asal-usul dan jenis pastinya belum diketahui.
"Penemuan benda seperti mortir bukan kali pertama terjadi di kawasan perkebunan sawit tersebut. Dulu juga sebelum-sebelumnya pernah ditemukan beberapa mortir di area kebun sawit, tapi tidak sebesar yang sekarang," ujarnya, Selasa (20/10/2026).
2. Warga khawatir terjadi ledakan dari temuan benda tersebut

Ilustrasi ledakan. (IDN Times/Arief Rahmat) Keberadaan benda yang diduga sebagai bahan peledak itu pun membuat warga khawatir terhadap kemungkinan terjadinya ledakan. Maka itu, benda tersebut dibiarkan berada di tengah area perkebunan yang sedang digarap.
"Kalau berdasarkan informasi dari Babinsa, benda tersebut bukan jenis mortir otomatis. Sehingga dinilai aman. Meski demikian, warga tetap merasa waswas karena belum ada kepastian mengenai kondisi dan tingkat keamanannya. Khawatir kalau-kalau meledak," terangnya.
Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti membenarkan adanya laporan penemuan tersebut dan segera menindaklanjutinya. Pihaknya juga mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk tidak menyentuh, memindahkan, atau melakukan tindakan apa pun terhadap benda tersebut.
"Pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan jenis serta kondisi benda yang diduga mortir itu," ujarnya.
3. Benda diduga mortir sering ditemukan di Indralaya Utara

Polres Ogan Ilir saat mengamankan lokasi penemuan mortir di sebuah gudang. (Dok. IDN Times) Sebelumnya, penemuan benda yang diduga mortir bukan pertama kalinya di wilayah Kecamatan Indralaya Utara. Warga Jalan Citra KM 34 Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara sempat dihebohkan dengan penemuan sebuah benda diduga peluru mortir, Minggu (28/5/2023).
Benda diduga mortir tersebut ditemukan di gudang rongsokan oleh buruh bernama Ari, saat ia melakukan bongkar muat barang rongsokan di Gudang Citra tersebut.
Selanjutnya, benda yang merupakan mortir dan proyektil juga pernah ditemukan oleh warga yang sedang mencari ikan di Jalan Lingkar Sarjana, Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (12/8/2024) sekitar pukul 20.30 WIB. Tim Gegana dari Sat Brimob Polda Sumsel segera diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Seluruh mortir dan proyektil yang ditemukan telah berhasil diamankan.






















