Berkunjung ke Ruang Aman Asap saat Palembang Terkepung Dampak Karhutla

Kualitas udara Palembang memburuk akibat karhutla Sumatra Selatan; ISPU pada 22 Oktober 2026 menembus lebih dari 1.000 dan udara dinilai berbahaya untuk dihirup.
Puskesmas Sabokingking membuka Ruang Aman Asap sebagai layanan udara bersih, terpisah dari pelayanan utama, untuk membantu warga saat asap pekat melanda.
Ruangan berukuran sekitar 5x4 meter itu dilengkapi oksigen, nebulizer, air purifier, dan alat kesehatan; warga dapat memakainya bergiliran tanpa batas waktu.
Palembang, IDN Times - Kondisi udara pagi sekitar jam 10.00 WIB terasa begitu pekat. Warna langit cerah berawan biru tak lagi terlihat sejak tiga bulan lalu. Kepungan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di segala penjuru wilayah Sumatra Selatan membuat kualitas udara di Palembang terus menurun. Bahkan hampir satu bulan terakhir, level udara di Palembang berada di titik berbahaya yang artinya tak laik untuk dihirup oleh makhluk hidup.
Dari Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 22 Oktober 2026, Kota Palembang menembus angka lebih dari seribu. Kondisi ini menjadi indikator bahwa udara yang dihirup sangat tidak sehat. Aroma terbakar dari asap karhutla pun sangat menyengat kala IDN Times duduk dan menunggu di dalam Puskesmas Sabokingking.
Kali ini, reporter IDN Times sengaja datang ke Ruang Aman Asap yang berada di Puskesmas Sabokingking Palembang. Alasannya? Ingin merasakan udara bebas asap.
1. Udara luar dan dalam Ruang Aman Asap berbeda

Pasien Puskesmas Sabokingking saat konsultasi dengan dokter di Ruang Aman Asap Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Sembari menunggu giliran masuk ke dalam Ruang Aman Asap di puskesmas, beberapa pegawai kesehatan bolak-balik menyiapkan kebutuhan pasien. Silih berganti, beberapa warga pun tiba di lokasi dengan tujuan utama memeriksakan kondisi kesehatan.
Mata reporter IDN Times tertuju langsung pada pintu bertuliskan "Ruang Aman Asap". Dari luar membayangi apa saja yang ada di dalam sana. "Apakah ada oksigen? Bagaimana ruangannya, nyaman gak ya? Seluas apa ruangannya," ucap reporter dalam hati.
Tak butuh waktu lama, kira-kira 10 menit menunggu di kursi tunggu, reporter IDN Times berkesempatan menikmati dan masuk ke dalam Ruang Aman Asap.
"Memang beda udaranya, juga rasa di dalam (Ruang Aman Asap) sama di luar (ruang tunggu dalam puskesmas)," kata reporter IDN Times sambil menarik dan mengeluarkan napas perlahan menikmati udara bersih dibantu sirkulasi pendingin ruangan (AC) dan alat penetralisir udara (air purifier).
2. Ruang Aman Asap sesuai intruksi Wali Kota Palembang Ratu Dewa

Ruang Aman Asap Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Ruang Aman Asap merupakan program pemerintah kota oleh dinas kesehatan sebagai layanan kepada masyarakat untuk memberi ruangan khusus bagi warga untuk menghirup udara bersih bebas polutan asap dari luar.
Menurut Kepala Puskesmas Sabokingking, Dokter Gigi Kiki Ayu, ruang aman asap disediakan di semua puskesmas saat kondisi asap pekat akibat karhutla. Ruangan tersebut, katanya, khusus dipersiapkan terpisah dari ruang pelayanan.
Ruang Aman Asap bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa batasan waktu. Tapi memang, jelasnya, walau disiapkan 24 jam dan para tenaga medis berjaga dalam sistem shift, masyarakat harus saling memahami dan bergilir menikmati ruangan tersebut.
"Ini baru sekitar 3 hari (Ruang Aman Asap). Sesuai arahan Pak Wali Kota Ratu Dewa, puskesmas harus menyediakan ruangan nyaman (bebas asap) untuk masyarakat diisi dengan alat-alat medis penunjang kesehatan," ujarnya.
3. Ruang Aman Asap dibuka untuk siapa saja

Kepala Puskesmas Sabokingking Palembang drg. Kiki Ayu (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Dengan luas ruangan sekitar 5x4 meter, tersedia sejumlah alat medis prioritas di Ruang Aman Asap. Mulai dari tabung oksigen, oksigen ekstraktor (alat medis bertenaga listrik yang menyaring udara di sekitar ruangan untuk menghasilkan oksigen murni bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan), humidifier oksigen (botol pelembap khusus yang dipasang pada regulator tabung oksigen atau oxygen concentrator untuk melembapkan gas oksigen sebelum dihirup oleh pasien), alat tensi, alat saturasi, masker medis, pembersih udara (air purifier) hingga berbagai vitamin dan obat-obatan.
"Sebenarnya, ruangan ini bisa dicoba kapan saja. Warga bisa memanfaatkannya. Jadi, kalau misalnya masyarakat sedang menunggu berobat, kemudian merasakan tidak nyaman di luar ruangan, karena di luar ruangan juga kadang terasa masih ada asap, nah, bisa masuk ke ruangan ini (Ruang Aman Asap)," jelas Kiki.
Dia mengaku, karena keterbatasan ruangan, Ruang Aman Asap di Puskesmas Sabokingking ditempatkan di musala. Namun, dirinya menegaskan bahwa fasilitas, kenyamanan, dan layanan diberikan secara maksimal.
"Ini memanfaatkan ruangan yang ada, jadi kita memiliki musala. Musala ini kami rasa cukup representatif. Ada toiletnya di dalam, kemudian ruangannya cukup besar, ada pendingin udara, kemudian ada minuman di sini, ada sofa, tempatnya cukup nyaman yang bisa dimanfaatkan," jelasnya.
4. Ruangan Aman Asap jadi secercah harapan warga hirup udara sehat

Puskesmas Sabokingking Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Meski terlihat minimalis, kata Kiki, harapannya melalui Ruang Aman Asap, masyarakat bisa terbantu menghirup udara sehat walau dengan waktu yang terbilang sebentar.
"Harapan kami, ruang aman asap ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah kerja kami. Tapi siapapun, boleh memanfaatkan. Kemudian, harapan kami juga, masyarakat tetap menjaga kesehatan, tetap memakai masker, terus mengurangi aktivitas bagi yang memang tidak ada pekerjaan di luar ataupun terpaksa harus bekerja di luar, tetap menggunakan masker yang cukup aman, ketat. Jangan masker yang ke bawah hidungnya terbuka," jelas dia.
Sementara kata salah satu warga Sabokingking sekaligus pasien yang sedang berobat di puskesmas, Ruang Aman Asap jadi sedikit harapan bagi masyarakat untuk menikmati udara bersih di dalam ruangan.
"Tadi sesak (ketika di luar), tenggorokan terasa kering, sudah dibantu oksigen dan nebulizer, napas lebih lega dan enakan," kata Meici singkat.

















![[BREAKING] Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Sumsel Buntut Kabut Asap Tak Kunjung Usai](https://image.idntimes.com/post/20261021/img_6787_54aa73ee-53d6-427d-bbfe-d470991d2ceb_watermarked_idntimes-1.jpeg)



