PGN Klaim Pasokan Gas Bumi Palembang Tak Terganggu Geopolitik Global

- PGN memastikan pasokan gas bumi di Palembang tetap aman meski ada ketegangan geopolitik global, karena sumber gas berasal dari sumur domestik dalam negeri.
- Seluruh pasokan gas untuk pelanggan di Sumsel masih bersumber dari pengeboran konvensional dan LNG lokal seperti Bontang serta Papua, tanpa impor dari luar negeri.
- PGN optimistis rantai pasok energi di Palembang akan stabil sepanjang 2026, termasuk selama Ramadan dan Idul Fitri, dengan kebutuhan masyarakat dipenuhi sepenuhnya.
Palembang, IDN Times - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk mengklaim ketersediaan pasokan gas bumi untuk pelanggan di Palembang masih dalam kondisi aman dan tidak terganggu oleh gejolak geopolitik secara global, terutama di tengah meningkatnya ketegangan perang Iran, Israel dan AS.
"Secara umum, untuk Palembang masih menggunakan sumber gas konvensional dari sumur di Tanah Air. Sehingga tidak terganggu kondisi perang," ujar Area Head PGN Palembang Braman Setyoko, Jumat (6/3/2026).
1. Pasokan gas berasal dari pengeboran domestik

Dia menegaskan, untuk pasokan gas yang disalurkan kepada pelanggan di Palembang dan wilayah sekitar merupakan sumber gas konvensional dari pengeboran sumur-sumur domestik. Sehingga, distribusi gas di daerah tidak terdampak langsung terhadap perang Timur Tengah yang potensi ganggu rantai pasok.
"Tidak perlu ada kekhawatiran terhadap stabilitas energi," katanya.
2. Belum ada LNG dari impor

Lebih lanjut, kata Braman, kalaupun terdapat tambahan pasokan yang berbentuk liquefied natural gas (LNG), sumbernya masih dari dalam negeri, seperti LNG di Bontang dan wilayah Papua.
“Belum ada LNG yang digunakan PGN berasal dari impor. Jadi, untuk spesifik pelanggan PGN di Sumsel belum ada hilal gangguan (pasokan)," jelas dia.
3. Klaim rantai pasok aman sepanjang 2026

Berkaca pada kondisi global saat ini dan menyandingkannya dengan kebutuhan gas bagi pelanggan di Palembang selama Ramadan dan Idul Fitri 2026, dirinya yakin rantai pasok energi aman dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.
Dia menyampaikan, untuk proyeksi stabilitas pasokan gas wilayah Palembang pada 2026, pengamatannya masih terjaga sepanjang tahun, bahkan hingga tahun-tahun berikutnya.
“Kebutuhan gas untuk Palembang dan sekitarnya dapat terpenuhi 100 persen. Namun, perlu dicatat, ini bukan (proyeksi) kondisi pasokan energi di Indonesia secara keseluruhan," kata Braman.


















