Dapur MBG di Palembang Mulai Manfaatkan Gas Alam dari PGN

- Dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Palembang mulai menggunakan gas alam dari PGN, dengan total 11 lokasi yang sudah terhubung hingga Februari 2026.
- PGN Palembang memprioritaskan perluasan jaringan gas di wilayah pusat kota, sambil melakukan kajian detail terhadap calon pelanggan sesuai anggaran perusahaan.
- Perluasan jaringan menghadapi tantangan karena tingginya permintaan tidak sebanding dengan kapasitas pembangunan pipa PGN, sehingga diperlukan pemetaan prioritas wilayah.
Palembang, IDN Times - Dapur penyedia program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Palembang mulai manfaatkan penggunaan gas alam dari Perusahaan Gas Negara (PGN). Tercatat hingga Februari 2026, ada 11 lokasi dapur yang menggunakan gas alam.
"Jaringan (gas bumi PGN yang terpasang) sudah 9+2 (11 lokasi). Berada (dapur MBG) di jaringan kami seperti di Dwikora, deretan Jalan Kampus POM IX, Pakjo dan Sako," kata Sales Executive PGN Area Palembang Kretyowiweko Husnu Hidayatullah, dikutip Jumat (6/3/2026).
1. Perluasan pemasangan jaringan gas bumi dalam pemetaan

Sejauh ini, katanya, pemanfaatan gas bumi untuk dapur MBG dari PGN masih terus berproses. Namun, untuk prioritas pemasangan jaringan, PGN Palembang fokus pada perluasan di wilayah pusat kota untuk pelanggan rumahan, dengan kandidat bakal pelanggan yang harus dikaji secara detail sesuai anggaran yang dimiliki PGN.
Sebab pemasangan jaringan gas sepenuhnya ditanggung perusahaan.
"Wilayah perluasan (pemasangan jaringan) Kota Palembang, kandidatnya masih kita kaji dan hitung. Jadi daerah mana yang secara anggaran PGN sesuai prioritas untuk wilayah tertentu," jelas dia.
2. Esekusi pemasangan gas bumi paling mudah di pusat kota

Husnu menyampaikan bahwa prioritas pemasangan perlu pengkajian serius karena anggaran PGN dalam pemasangan jaringan gas dibagi dengan lokasi lain seperti di daerah Medan dan Lumai serta wilayah lainnya di sepanjang Sumatra.
"Yang jelas (pemasangan baru), paling mudah eksekusi di wilayah terdekat pusat kota," katanya.
3. Pemasangan gas bumi sesuai prioritas dan kapasitas

Dalam perluasan jaringan gas bumi lanjut, Husnu, PGN menghadapi tantangan besar. Yakni, animo dan permintaan calon pelanggan yang banyak dan tinggi tidak sejalan dengan kecepatan dan kapasitas PGN untuk membangun pipa jaringan.
"Maka itu, kita bangun butuh pemetaan prioritas," jelas dia.


















